Para ulama terdahulu sangat menghormati kedua orang tua

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kisah-kisah generasi salaf soal ketaatan mereka kepada orang tua dapat kita ambil hikmahnya. 


Kepatuhan mereka menjadi bukti yang menunjukkan bahwa betapa sungguh luar biasanya manfaat saat seorang Muslim berbuat baik kepada orang tua. Berikut ini sejumlah kisah kepatuhan singkat yang dirangkum Republika.co.id, mengutip laman mawdoo3: 


1. Ali bin Hassan biasa tidak makan bersama orang tuanya. Ketika dia ditanya mengapa hal itu dilakukan, lantas ia menjawab:  


ربما يكون بين يديّ لقمةٌ أطيب ممّا بين يديها وهما يتمنيان ذلك، فإذا أكلتها بخست حقهما “Mungkin di tanganku ini ada sepotong makanan yang lebih baik dari yang ada di suapanku dan mereka (orang tua) berharap itu. Jika saya memakannya, maka saya merendahkan hak mereka.”


2. Muhammad bin Sirin, biasa merendahkan suaranya saat berbicara kepada ibunya. Dan dia berbicara seolah-olah seperti menjadi orang yang sedang mendengar. Sehingga siapa pun yang melihatnya, maka akan menganggap Muhammad bin Sirin sedang sakit. 


3. Iyas bin Muawiyah, menangis saat ibunya wafat. Saat ditanya mengapa menangis, dia menjawab: 


كان لي بابان مفتوحان إلى الجنة، وأغلق أحدهما “Aku punya dua pintu yang terbuka untuk ke Surga, dan salah satunya tertutup.”


4. Said bin Sufyan Ats-Tsauri selalu tanggap saat dipanggil oleh sang ayah dan langsung menemuinya. Dia mengatakan: 


ما جفوت أبي قط، وإذا دعاني وأنا أصلي في صلاة غير مكتوبة قطعتها وأجبته “Jika ayahku memanggil, dan aku sedang sholat, maka aku potong sholatku, untuk menjawab panggilan ayahku.”


5. Abdullah bin Umar melihat seorang pria sedang mengelilingi Ka’bah sambil menggendong ibunya. Pria itu berkata, “Wahai Ibnu Umar, apakah kamu meminta pekerjaan seperti ini kepada ibuku?” Lantas dijawab Ibnu Umar, “Tidak, tidak dengan satu kesempatan, tetapi kamu melakukannya dengan baik, dan Allah SWT akan memberimu hadiah lebih banyak.”


6. Abu Hurairah biasa berdiri di depan pintu ketika dia ingin meninggalkan rumah. Lalu berkata, “Keselamatan dan rahmat Allah SWT menyertaimu wahai ibu.”


Abu Hurairah juga mengatakan kepada ibunya, “Semoga Allah SWT mengasihanimu, ibu, sebagaimana engkau membesarkanku di masa kecil.”


7. Jafar berkata bahwa suatu kali dia mendengar Urwah bin Zubair (anak dari Asma binti Abu Bakar) berdoa dalam sujudnya dan berkata: 


اللهم أغفر للزبير بن العوام ولأسماء بنت أبي بكر “Ya Allah, ampuni Zubair bin Awwam dan Asma binti Abu Bakar.”


Sumber: https://mawdoo3.com/%D9%83%D9%8A%D9%81_%D8%A7%D8%AA%D9%88%D8%A8_%D9%85%D9%86_%D8%B9%D9%82%D9%88%D9%82_%D8%A7%D9%84%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%AF%D9%8A%D9%86


 


 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *