Catan untuk SKB 3 Menteri soal pakaian seragam siswa sekolah negeri.

REPUBLIKA.CO.ID — Oleh: Anwar Abbas, Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan yang kebetulan wakil ketua umum di MUI


 


Negara kesatuan republik indonesia yang kita cintai ini seperti dikatakan dalam pasal 29 ayat 1 adalah berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini artinya negara kita harus menjadi negara yang religious bukan negara yang sekuler. 


Oleh karena itu uu dan peraturan serta kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dan DPR dalam semua bidang kehidupan  termasuk dalam  dunia pendidikan harus didasarkan dan berdasarkan kepada nilai dari ajaran agama.


Oleh karena itu dalam hal yang terkait dengan pakaian seragam anak sekolah misalnya  karena  para siswa dan siswi kita tersebut  masih berada dalam masa formatife atau pertumbuhan dan perkembangan maka kita sebagai orang yang sudah dewasa terutama para gurunya  harus  mampu membimbing dan mengarahkan  mereka untuk menjadi anak yang baik.


Untuk itu  negara atau dalam hal ini pihak sekolah bukannya membebaskan muridnya yang belum dewasa tersebut untuk memilih apakah akan memakai pakaian yang sesuai atau  tidak sesuai dengan agama dan keyakinannya tapi negara   atau sekolah harus mewajibkan  anak-anak didiknya agar  berpakaian sesuai dengan ajaran agama dan keyakinannya masing-masing.  Sehingga  tujuan dari sistem pendidikan nasional yang kita canangkan yaitu untuk membuat  peserta didik  bisa menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan seterusnya dapat tercapai.


Ini artinya kita sebagai warga bangsa yang berpedoman kepada UUD 1945 maka sesuai dengan isi dari pasal 29 ayat 1 dan 2 UUD 1945 maka  negara harus  bisa menjadikan agama sebagai kaidah penuntun di dalam kehidupan kita termasuk dalam kehidupan di dunia pendidikan.


Untuk itu bagi  membuat anak didik kita supaya menjadi orang yang beriman dan bertaqwa maka negara harus mewajibkan dan menyuruh para muridnya untuk berpakaian sesuai dengan ajaran agama dan keyakinannya masing-masing.


Oleh karena itu siswi-siswi kita yang beragama islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu semestinya sesuai dengan konstitusi harus kita   wajibkan  untuk berpakaian sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaannya itu karena kita ingin membuat negara kita dan anak didik serta   warga bangsa ini akan menjadi orang-orang  dan warga bangsa yang toleran dan  religius bukan menjadi orang-orang yang sekuler.


 


 


 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *