Baznas berkomitmen berjuang bersama Muhammadiyah untuk membantu pemerintah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membangun kerja sama strategis dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Sinergi diimplementasikan dalam bentuk program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan usaha kecil, bantuan untuk para mubalig, khususnya di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), bantuan beasiswa dan bantuan kesehatan untuk dhuafa.

“Mohon restu dan dukungan. Silaturahim ini perlu dilanjutkan terus-menerus antara Baznas dan Muhammadiyah. Karena Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi terbesar di Indonesia, dan umatnya banyak,” kata Ketua Baznas, Noor Achmad, dalam udiensi Pimpinan Baznas dan PP Muhammadiyah, di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/2), yang disampaikan melalui keterangan tertulisnya kepada Republika.

Noor Achmad menjelaskan, Baznas berkomitmen berjuang bersama Muhammadiyah untuk membantu pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UKM hingga bantuan beasiswa pendidikan. Noor Achmad menggangap Muhammadiyah sebagai mitra strategis, dan merupakan pilihan yang tepat bagi Baznas untuk bekerja sama dalam mendukung program program pemerintah.

“Baznas sebagai rujukan pilihan utama pembayar zakat, sekaligus juga untuk menyejahterakan umat. Sehingga perlu bantuan ormas-ormas dan saya kira tepat sekali kalau misalnya saja Muhammadiyah berkenan bersama-sama Baznas mengentaskan kemiskinan, membantu beasiswa atau membantu para guru dan lain sebagainya,” ucap Noor.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengapresiasi ajakan kerja sama yang diinisiasi Baznas dan berkomitmen mendukung program-program yang dikolaborasikan. “Saya kira ini terobosan yang sangat bagus dan kami sangat mengapresiasi. Bahwa kerja sama penyaluran pilihan yang tepat, karena Baznas yang punya jaringan, sehingga nanti tidak ada kesan Baznas tidak bersinergi. Sesuatu yang sangat kami dukung dan mudah-mudahan awal yang sangat baik bagi kita untuk bisa memberdayakan umat melalui zakat,” kata Mu’ti.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *