Baznas ke depan yakni bagaimana menumbuhkan kecintaan masyarakat untuk berzakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan untuk para korban bencana alam sebesar Rp 1 miliar melalui Kementerian Agama. Bantuan diserahkan Ketua Baznas, Noor Achmad, kepada Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kemenag, Jakarta, Rabu (10/2).

“Selain menyerahkan distribusi bantuan bencana alam, kami juga menyerahkan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Baznas sekaligus meminta arahan Bapak Menteri Agama untuk Baznas ke depan,” kata Noor Achmad, dalam keterangan tertulisnya kepada Republika.

Noor mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kontribusi dan kepedulian Baznas terhadap bencana alam yang menimpa keluarga besar Kemenag di Provinsi Kalsel dan Sulawesi Barat.

Distribusi bantuan bencana alam dari Baznas kemudian diserahkan Yaqut kepada Tim Tanggap Bencana Kemenag untuk disalurkan kepada penerima bantuan bencana. “Kami menyampaikan terima kasih atas bantuan ini dan kami akan tasarufkan kepada yang berhak menerima melalui Tim Tanggap Darurat Bencana Kementeria Agama,” kata Yaqut.

Dalam kesempatan itu, Yaqut meminta jajaran Baznas untuk melompat lebih tinggi dan cepat dalam mewujudkan capaian potensi zakat secara nasional.

“Baznas harus membuat lompatan dalam ikhtiar untuk mendapatkan muzaki sebanyak-banyaknya demi mewujudkan potensi zakat secara nasional. Sebab dari 230 triliun rupiah potensi zakat secara nasional, baru tercapai sekitar 5 persen atau sekitar 11 triliun rupiah,” kata Yaqut.

Di samping itu, Yaqut mendorong Baznas terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Apalagi sekarang era disrupsi dunia digital tanpa batas. Baznas butuh lompatan untuk mendorong muzaki-muzaki lebih banyak. Begitu juga dengan menumbuhkan rasa cinta kepada masyarakat untuk berzakat yang membutuhkan dukungan bersama,” ucap Yaqut.

Dia mengungkapkan, salah satu tantangan Baznas ke depan yakni bagaimana menumbuhkan kecintaan masyarakat untuk berzakat. Dari berbagai pertemuan publik, Yaqut mengaku sering mendapat pengakuan masyarakat yang masih enggan berzakat.

“Ini menjadi tugas kita bersama bagaimana Gerakan Cinta Zakat itu bisa tumbuh dari masyarakat. Salah satu alasan masyarakat belum mau berzakat tersebut karena masih ada anggapan pemerintah membutuhkan dana zakat untuk pembangunan infrastruktur dan lainnya. Ini perlu penyelesaian holistik dan Baznas tidak bisa bekerja sendiri dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berzakat,” ucap Yaqut.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *