Total konsumsi makanan dan minuman umat Islam dunia tembus Rp 20 ribu triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Konsumsi Muslim global untuk makanan dan minuman diperkirakan mencapai 1,37 triliun dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 20 ribu triliun pada 2018, tumbuh sebesar 5,1 persen dari 2017.


Menurut laporan State of the Global Islamic Economy 2019-2020 konsumsi ini diperkirakan akan tumbuh sebesar 6,3 persen per tahun hingga mencapai dua triliun dolar AS atau sekitar Rp 28 ribu triliun pada tahun 2024.


Menurut laporan yang diproduksi Dinar Standard, konsumsi untuk makanan dan minuman ini menyumbang sekitar 63,6 persen dari Rp 2,2 triliun dolar AS yang dihabiskan Muslim secara keseluruhan untuk sektor halal dan gaya hidup Islam pada tahun 2018.


Firma penasihat dan penelitian strategi pertumbuhan, perusahaan induk dari Salaam Gateway mengatakan segmen Muslim menyumbang sekitar 17 persen dari pengeluaran makanan dan minuman global.


Laporan keadaan ekonomi Islam global telah diterbitkan setiap tahun sejak 2013. Laporan ini telah mencakup sektor-sektor utama yang secara struktural dipengaruhi oleh ajaran Islam seperti keuangan Islam, makanan dan minuman halal, farmasi halal, kosmetik halal, perjalanan ramah muslim, busana muslim, media dan rekreasi bertema islami. 


Terlepas dari dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19, pada tahun lalu terlihat banyak perkembangan penting dalam ekonomi Islam yang dipicu oleh akselerasi dalam transformasi digital, gangguan dalam rantai pasokan global, dan peningkatan fokus pemerintah pada investasi terkait keamanan pangan.


Laporan tahun ini memperkirakan bahwa Muslim menghabiskan 2,02 triliun dolar AS pada 2019 di sektor makanan, farmasi, kosmetik, mode, perjalanan dan media atau rekreasi, yang semuanya dipengaruhi oleh kebutuhan konsumsi etis yang diilhami oleh agama Islam. Pengeluaran ini mencerminkan pertumbuhan tahunan 3,2 persen dari  2018.  


Selain itu, aset keuangan Islam diperkirakan telah mencapai 2,88 triliun dolar AS pada tahun 2019. Pandemi ini diperkirakan mengakibatkan penurunan delapan persen dalam konsumsi Muslim global pada tahun 2020 untuk sektor ekonomi Islam tercakup dalam laporan ini.


Semua sektor ini, kecuali perjalanan, diperkirakan akan kembali ke tingkat konsumsi sebelum pandemi pada akhir tahun 2021. Konsumsi Muslim diperkirakan mencapai 2,4 triliun dolar AS pada tahun 2024 dengan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Kumulatif (CAGR) 5 tahun sebesar 3,1 persen.


 


Sumber: salaamgateway


 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *