Para santri penghafal Quran itu  bernaung di LKSA Ahlus Suffah, Luwu Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, MALILI — Kebutuhan air bersih kini menjadi kendala serius dalam kehidupan sehari-hari para santri penghafal Quran yang bernaung di LKSA Ahlus Suffah.


“Setiap hari, pemandangan antri anak-anak hendak mandi, bersuci, dan mencuci terus terjadi. Padahal ada 63 santri. Tidak tega melihat para penghafal Quran itu “tersiksa” oleh keadaan karena minimnya air bersih,” terang Koordinator BMH Gerai Luwu Timur, Rizki Dacosta, Senin  (16/11).


“Alhamdulillah, berkat kepedulian kaum Muslimin dan para donatur BMH, kini masalah itu tidak lagi terjadi. Para santri terlihat sumringah sejak fasilitas air bersih kini hadir di tempat mereka menempa diri,” imbuh Rizki dalam rilis yang diterima Republika.co.id.


BMH Gerai Luwu Timur menyerahkan fasilitas bantuan berupa tandon air dengan kapasitas 1.200 liter, kemudian dua unit mesin air jetpump yang penyerahannya secara langsung dilaksanakan di LKSA Ahlus Suffah yang berlokasi di Desa Asuli, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.


Selain bantuan fasilitas air untuk santri, BMH Gerai Luwu Timur juga tengah memacu program pembangunan asrama seluas 184 meter persegi.


“Asrama ini juga sangat strategis. Alhamdulillah sudah mulai pengerjaan tanggul asrama. Semoga program ini dapat segera diwujudkan, sehingga para santri dapat menempati asrama yang lebih baik,” tutup Rizki.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *