Sekolah Ceria merupakan program trauma healing untuk anak-anak pengungsi.

REPUBLIKA.CO.ID, BARABAI — Musibah banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan terus menghadirkan keberkahan berupa kepedulian dari saudara seiman dari daerah lainnya. Contohnya  Komunitas Ngadem, yakni Ngaji dan Memberi dari Hidayatullah Solo, Jawa Tengah.


“Alhamdulillah, sinergi ini berhasil membersamai para pengungsi dan anak-anak dalam melaksanakan Sekolah Ceria, satu program trauma healing dalam mendidik dan menghibur anak-anak pengungsi agar lebih baik dalam menghadapi realitas yang terjadi,” terang Kepala BMH Perwakilan Kalimantan Selatan, M  Ihsan SR, Ahad (21/2).


Sekolah ini berlangsung selama sepekan dan berakhir pada 20 Februari 2021. Ihsan menambahkan bahwa Sekolah Ceria menjadikan semua dekat dan akrab.


“Sepekan berada di pengungsian, hadirkan Sekolah Ceria, menjadikan kami seperti keluarga bagi adik-adik di Desa Waki Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” imbuhnya.

Sekolah Ceria yang juga didukung oleh ROJA Peduli itu hadirkan ragam permainan, cerita, pentas seni, menggambar, penyuluhan, sosialisasi lomba ngaji, dan beragam kegiatan lainnya.


Program ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat setempat, seperti dari Bapak Ridwan.


“Luar biasa, trauma healing yang dibalut dengan nama Sekolah Ceria menjadikan anak-anak terhibur, riang dan bahagia. Ini program yang amat tepat bagi anak-anak yang menjadi korban musibah seperti di tempat ini,” tuturnya.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *