Target BMH melahirkan generasi yang religius serta berdaya secara ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU — Tsunami yang melanda Palu (28/9/18) terus mengundang semangat berbagai pihak untuk sama-sama kembali membangun kota tersebut. Termasuk, rumah ibadah yang juga dihantam tsunami.  Melalui program recovery gempa dan tsunami Palu, BMH bersama Pos Dai bangun kembali masjid di Pesantren Tahfidz Babul Khoir.


“Alhamdulillah perlahan namun pasti recovery terus dijalankan oleh BMH di Kota Palu. Kali ini bersama Pos Dai Sulawesi Tengah, kemudian TASK Hidayatullah bangun kembali sebuah masjid untuk Pesantren Tahfidz Babul Khoir,” terang Direktur Program dan Pemberdayaan, Zainal Abidin, Senin  (15/2).


Recovery ini dijalankan di atas lahan wakaf seluas 8.000 meter persegi, yang berlokasi di Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu.


“Alhamdulillah kini pembangunan sudah mencapai 45 persen. Pembangunannya ditargetkan selesai dalam waktu dekat ini,” imbuh Zainal dalam rilis yang diterima Republika.co.id.


Di lokasi ini nantinya akan dibangunan Pondok Pesantren  Tahfidzul Quran (PPTQ) berbasis agro wisata, yang  tidak hanya fokus menghafal Quran semata, tetapi juga keterampilan bertani.


“Harapannya agar pondok ini bisa mandiri dan mendorong lahirnya generasi yang religius serta berdaya secara ekonomi,” jelas Zainal. 


Pesantren ini ke depan akan digunakan sebagai sarana memberikan pelayanan pendidikan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. 


“Mohon doa dan dukungan. Lokasi pondok sangat strategis, terletak di atas bukit berangin segar dengan pemandangan luas mengarah ke teluk Kota Palu.Di sekitar lahan wakaf masih berupa hutan dan gunung. Tidak jauh dari lokasi juga terdapat sebuah danau.  Suasananya sangat cocok  untuk menghafal Alquran. Insya Allah di sini akan kita bina anak-anak yatim dan dhuafa agar menjadi generasi yang cinta Alquran dan terampil serta mandiri,” tutup Ketua Pos Dai Sulteng, Ali Murtadho.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *