Dompet Dhuafa berupaya meringankan beban masyarakat terdampak lewat donasi

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR — Sabtu (7/2) lalu, menjadi hari yang kelam bagi pemukiman pemulung yang sebagian besar para pengumpul barang bekas di Denpasar Bali. Pemukiman mereka ludes terbakar oleh si jago merah. Kobaran api melahap empat gudang rongsokan sekaligus.


Sebanyak 71 warga yang terdampak kebakaran pemukiman pemulung. Sudah lebih dari sepekan warga terdampak masih bertahan di Sekolah Dasar (SDN) 29 Denpasar, Bali. Menurut Wahyu Sri Handono selaku Pimpinan Dompet Dhuafa (DD) Bali di sela-sela pendistribusian bantuan mengatakan, Dompet Dhuafa Bali berkolaborasi dengan MT Qurrata A’yun mendistribusikan bantuan bagi penyintas kebakaran di Denpasar, Bali.


Selain bantuan uang tunai, DD Bali bersama MT Qurrata A’yun mendistribusikan pakaian layak pakai, masker selusin, wajan dua buah, satu panci, kompor tungku dua buah, sebuah tabung gas elpiji tiga kilogram (kg) dan air mineral lima dus.

“Harapan dari kami atas kolaborasi ini, semoga bisa terjalin untuk berbagai kegiatan terutama bagi penyintas yang terdampak. Selain dapat meringankan beban yang terdampak kebakaran, kami berikan dalam bentuk uang tunai melihat tanah yang  mereka tempati rupanya masih kontrak dan akan berencana pulang ke Jawa sehingga bisa buat tambah ongkos sewa kendaraan, peralatan dapur kita berikan sesuai permintaan para korban pascakebakaran dan mereka hidup normal kembali sudah memiliki peralatan dapur,” ujar Wahyu Sri Handono dalam siaran persnya, Selasa (16/2).

DD Bali akan selalu memberikan sumbangsih yang terbaik untuk masyarakat yang terdampak baik kebakaran, banjir, tanah longsor dan gunung meletus di Pulau Bali  agar bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak melalui penggalangan donasi.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *