Bahasa dan

ANKARA — Presiden Turki meminta semua warga untuk melestarikan dan melindungi bahasa Turki sebagai bagian dari kampanye “Turki: Bahasa Dunia” yang diluncurkan pada peringatan 700 tahun wafatnya penyair dan pemikir Yunus Emre pada Selasa.


“Pertama bahasa, kemudian militer yang menjaga tanah air. Jadi, kita harus dengan tegas melindungi bahasa Turki kita,” kata Recep Tayyip Erdogan, di sebuah acara bertema Yunus Emre di Pusat Kongres dan Kebudayaan Nasional Bestepe seperti dikutip Anadolu Agency.


Hasil gambar untuk yunus emre


Keterangan foto: Patung penyair legendaris Turki, Yunus Emre.


Erdogan mengingatkan kembali bahwa UNESCO telah memasukkan peringatan 700 tahun kematian Yunus Emre dalam daftar peringatannya.


Dia berterima kasih kepada perwakilan Azerbaijan, Bosnia dan Herzegovina, Makedonia Utara dan Uzbekistan di UNESCO atas dukungan mereka dalam hal ini.


Namun, sang presiden mengungkapkan keprihatinannya atas bahasa Turki.


“Saya ingin mengungkapkan dengan penyesalan bahwa kita mengalami proses menjadi mandul dalam bahasa kita. Sayangnya, pentingnya bahasa asing membayangi bahasa Turki kita,” ujar dia.


Menurut Erdogan, pertahanan terkuat Turki melawan imperialisme budaya terutama harus dilakukan dengan melestarikan bahasa.


Dia mengatakan masyarakat yang tidak bisa berbicara bahasa ibu mereka dengan cara yang paling tepat dan terbaik tidak akan dapat berkontribusi kepada orang lain.


“Kita tidak dapat melindungi identitas nasional kita atau mempertahankan hubungan yang kuat dengan dunia Turki atau mencapai tujuan global kita kecuali kita melestarikan bahasa Turki,” ungkap presiden.


Sebagai bagian dari kampanye “Turki: Bahasa Dunia”, dia mengatakan 224 acara akan diadakan sepanjang tahun 2021 oleh 18 kementerian, lembaga dan LSM.

 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *