Idul Adha meski terbatas dapat mendorong peningkatan pengamalan ajaran agama.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sulteng) Ali Mazi menyebut perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah merupakan momentum untuk saling meningkatkan dan memperkuat solidaritas menekan angka kasus Covid-19.


“Saya menggugah kesadaran kolektif kita bersama membangkitkan gerakan berkurban dalam memperkuat solidaritas persaudaraan dan kebersamaan, di tengah keprihatinan bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19,” kata Ali Mazi, Selasa (20/7).


Menurutnya, perayaan Idul Adha meskipun secara terbatas karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, namun tetap dapat mendorong peningkatan pengamalan nilai-nilai ajaran agama. Ia mengingatkan hingga saat ini pandemi global Covid-19 belum berakhir sehingga diberlakukan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.


Ali Mazi mengimbau dan mengajak masyarakat selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. “Ikuti program vaksinasi gratis secara tuntas, mendukung dan bersabar mematuhi kebijakan PPKM Mikro, demi kesehatan keselamatan dan kebaikan kita bersama,” ujar Ali Mazi.


Ia juga mengajak mendoakan pasien Covid-19 yang saat ini sedang menjalani proses penyembuhan sehingga dapat segera sembuh dan dapat kembali beraktifitas sebagaimana biasanya. “Semoga dengan ikhtiar kita bersama, yang disertai doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bencana pandemi di negara kita, khususnya di daerah Sultra yang kita cintai ini dapat segera berakhir dan kita dapat kembali beraktivitas dan saling berinteraksi seperti sedia kala,” kata Ali Mazi berharap.


Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara mencatat data pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hingga 19 Juli 2021 sebanyak 13.951 orang, sebanyak 11.360 dinyatakan sembuh, 283 orang meninggal, dan 2.308 orang dalam masa perawatan.

sumber : Antara





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *