Pandemi Covid-19 memberikan sejumlah hikmah bagi Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA— Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Australia-Selandia Baru, Prof Nadirsyah Hosen, menegaskan pentingya Muslim untuk bangkit dari pandemi. 


Nadirsyah mengajak semua pihak untuk mengintegrasikan agama dan sains, sebagai cara untuk bangkit dari wabah serta memberi kontribusi penting bagi peradaban. Demikian pernyataan Nadirsyah dalam Pengajian Muslim Indonesia di Canberra Australia, Ahad (2/5).  


Nadirsyah juga mengajak kalangan pesantren untuk mengharmoniskan fiqih tradisional dengan standar medis dan klinis. 


“Di tengah pandemi, saya beberapa kali menyampaikan ke beberapa pihak pesantren, bahwa ukuran dua kulah itu suci, itu secara fiqih benar. Tapi apakah secara klinis itu higienis? Apakah itu suci secara klinis? Kan ini harus dikaji,” kata dia.   


“Bisakah kita menggabungkan, sebagai respons atas pandemi, bahwa syarat secara fiqih terpenuhi, tapi secara alam dan lingkungan higienis itu harus terpenuhi. Maka orientasi pengajaran fiqihnya itu diperkaya agar menyentuh bidang-bidang lain. Nah, contoh lainnya, kalau ada pas corona tahun lalu itu, yang kena Covid-19 itu adalah mereka yang tidak menjaga wudhunya, misalnya. Nah, ini kan kita repot, dibenturkan antara wudhu dengan protokol kesehatan,” demikian jelas Nadirsyah, yang alumnus National University of Singapore dan University of Wollongong Australia itu. 


“Padahal, wudhu itu untuk mensucikan dari hadas, bukan dari bakteri. Jadi bahwa ada orang yang jaga wudhunya terus itu baik, secara fiqih dan tasawuf itu baik. Nah, kan tidak cukup hanya itu, harus cuci tangan pakai sabun, setelah wudhu pakai hand sanitizer dan yang lain,” terangnya.  


Nadirsyah mengajak kita semua untuk berubah di tengah pandemi…





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *