Dibanding pandemi tahun lalu, peserta tahfiz yang mendaftar terus meningkat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Syiar Alquran ketika Ramadhan semakin semarak dengan program di layar kaca. Penyelenggaraan kontes hafiz cilik di beberapa stasiun televisi pun hadir tidak hanya untuk menghibur pemirsa. Program hafiz cilik juga memberi nuansa pendidikan Alquran di dalam keluarga. 


Produser Kontes Hafiz Cilik Padang TV Fitri Istislaam Zafmi mengatakan, antusiasme masyarakat Indonesia secara umum dan masyarakat Minangkabau secara khusus sangat baik terhadap program hafiz cilik. Menurut dia, program itu terus dinanti-nantikan masyarakat Minangkabau setiap tahun.“Terbukti, alhamdulillah, ini sudah tahun kelima program hafiz cilik di Padang TV diadakan,” kata Fitri saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (28/4).


Lebih lanjut, dia menjabarkan, budaya mengaji dan menghafal Alquran telah melekat erat dengan masyarakat Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hadirnya program hafiz cilik selalu diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai wilayah di Minangkabau. Pada pandemi tahun lalu, antusiasme peserta tahfiz yang mendaftar terus meningkat meski program itu hanya dilaksanakan secara daring.


Menurut dia, syiar Alquran melalui kontes hafiz cilik dapat memicu tumbuhnya kesadaran umat dan keluarga untuk mendekatkan Alquran kepada lingkungannya. Apalagi, kata dia, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat juga telah banyak mendukung bertumbuhnya syiar tahfiz dengan mengeluarkan peraturan daerah ekstrakurikuler tahfiz.


“Di Minangkabau ini ekosistemnya sudah ada. Ada banyak rumah-rumah tahfiz, ada perda ekskul tahfiz, ada juga sekolah-sekolah yang memang menawarkan program tahfiz. Jadi, program kontes tahfiz cilik kami sangat diminati,” kata dia.


Selain maraknya ekosistem tersebut, Fitri menjelaskan pentingnya mengembalikan niat menggali dan menghafal Alquran hanya karena Allah SWT. Meski para peserta tahfiz yang tampil dalam kontes tahfiz cilik menjadi kebanggaan orang tua, penuntunan sikap bahwa menghafal Alquran adalah hanya karena Allah SWT tetap dijaga.


Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) sekaligus Kepala Sekolah Pondok Pesantren Aliyah Darus Sunnah Ustaz Ahmad Ubaydi Hasbillah mengatakan, efektivitas syiar Alquran melalui sejumlah penyelenggaraan kontes hafiz cilik memberikan dampak positif terhadap syiar Alquran. Berdasarkan pengamatannya, hadirnya kontes tahfiz cilik kerap memicu hadirnya sekolah-sekolah Islam yang menawarkan program tahfiz di dalamnya.


“Tak hanya itu, bahkan enggak sedikit juga orang tua murid yang mau menyekolahkan anaknya dan bertanya apakah ada program tahfiz atau tidak di sekolah tersebut. Ini saya rasa syiar (kontes tahfiz cilik)-nya berhasil,” kata Ustaz Ubaydi.


 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *