Penyitaan tanah milik Palestina untuk permukiman contoh kebijakan apartheid.

REPUBLIKA.CO.ID, Organisasi hak asasi manusia internasional, Human Rights Watch (HRW), yang berbasis di New York pada Selasa (27/4) merilis laporan setebal 213 halaman yang berisikan tindakan dan kebijakan Israel merupakan praktik apartheid sebagaimana didefinisikan dalam hukum internasional.


Dalam laporannya, HRW juga menyebutkan, penyitaan tanah milik Palestina untuk pemukiman Yahudi merupakan contoh kebijakan kejahatan apartheid dan tindakan penganiayaan. “Di seluruh Israel dan (wilayah Palestina), otoritas Israel berniat mempertahankan dominasi atas Palestina dengan melakukan kontrol atas tanah dan demografi untuk kepentingan orang Israel Yahudi,” kata laporan itu.


“Atas dasar ini, laporan HRW menyimpulkan bahwa para pejabat Israel telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa kebijakan apartheid dan penganiayaan,” sebagaimana didefinisikan dalam Konvensi Apartheid 1973 dan Statuta Roma 1998.


Israel tolak tuduhan HRW


Kementerian Luar Negeri Israel menolak klaim tersebut dan menyebut laporan itu “tidak masuk akal dan palsu,” serta menuduh HRW menyembunyikan “agenda anti-Israel”.


Israel menuding kelompok pembela HAM itu telah berusaha selama bertahun-tahun untuk mempromosikan boikot terhadap negaranya. “Tujuan dari laporan palsu ini sama sekali tidak terkait dengan hak asasi manusia, tetapi upaya berkelanjutan HRW untuk merusak hak eksistensi negara Israel,” kata Menteri Urusan Strategis Michael Biton.


Kementerian Luar Negeri Israel menuduh laporan tersebut tidak didasarkan pada fakta dan realitas di lapangan. HRW juga disebut berafiliasi dengan pendukung BDS, sebuah gerakan boikot pro-Palestina.


 

sumber : Deutsche Welle





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *