Imam di Inggris minta Jamaah untuk Vaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON–Seorang imam di Inggris, Imam Irfan Chishti MBE memperingatkan jamaahbya tentang adanya kambing hitam kepada komunitas Muslim ketika berbicara tentang orang-orang yang skeptis terhadap vaksin Covid-19. Ia menggunakan kesempatan khutbah Jumat untuk meningkatkan kesadaran akan virus corona dan menghilangkan mitos seputar vaksin.


Komentarnya muncul setelah para ahli dan politisi memperingatkan bahwa orang-orang dari kelompok etnis minoritas berisiko tinggi harus diprioritaskan untuk vaksin Covid-19. Hal ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas skeptisisme vaksin.


Bahkan di pusat-pusat vaksinasi Covid-19 baru di Greater Manchester, seperti yang ada di Whalley Range, tingkat partisipasi masih rendah. Meskipun banyak penduduk telah memenuhi syarat untuk suntikan AstraZeneca.


Sementara kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat (Sage) juga menyuarakan keprihatinan setelah penelitian menunjukkan bahwa hingga 72 persen orang kulit hitam mengatakan tidak akan melakukan vaksinasi.


Imam Irfan Chishti MBE adalah direktur pengelola Masjid Chishtia di Rochdale.  Dia telah bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat untuk menyebarkan informasi tentang vaksin tersebut dan telah merilis video informasi di media sosial dan di aplikasi perpesanan seperti Whatsapp.


Irfan percaya bahwa skeptisisme vaksin lazim di semua komunitas dan telah menekankan pentingnya tidak mengkambinghitamkan komunitas Muslim saat membahas anti-vaksin.


Dia mengatakan telah mendesak anggota Muslim untuk mematuhi ‘prinsip-prinsip Alquran’ dalam hal Covid dan vaksin. “Saya ingin menekankan bahwa ini bukan hanya masalah komunitas Muslim. Saya pikir ada skeptisisme di seluruh bagian dan saya pikir itu menyatukan orang-orang dari semua komunitas. Komunitas Muslim menjadi kambing hitam untuk banyak hal, tetapi statistik mengatakan bahwa ada beberapa komunitas Muslim yang terpengaruh secara tidak proporsional bersama dengan beberapa komunitas kulit hitam dan Karibia,” katanya kepada Manchester Evening News dilansir dari Ester Evening News, Sabtu (13/2).


“Saya telah melakukan khotbah selama sholat Jumat untuk mencoba dan mendorong gagasan bahwa kita semua bersama-sama. Ada ayat indah dalam Alquran yang mengatakan ketika Anda menerima informasi, Anda harus memverifikasinya, dan jika menyangkut masalah apa pun Anda harus bertanya kepada para ahli di bidang itu. Itu adalah dua prinsip Alquran yang saya dorong untuk dipatuhi orang, tidak hanya dengan Covid, tapi juga prinsip umum yang harus selalu kita patuhi,” tambahnya.


Tahun lalu British Islamic Medical Association (BIMA) merilis pernyataan yang merekomendasikan vaksin Pfizer / Biontech kepada anggota komunitas Muslim yang memenuhi syarat dan berisiko setelah muncul rumor bahwa vaksin itu haram.


Sementara anggota parlemen Gorton Afzal Khan juga vokal tentang informasi yang salah yang tersebar di komunitas Asia tentang Covid dan vaksin. Dia percaya pekerjaan yang dilakukan oleh para imam dan masjid untuk menghilangkan mitos-mitos ini selama pandemi telah menjadi ‘jalur kehidupan’.


“Pelestarian kehidupan adalah inti dari Islam.  Itulah mengapa masjid memiliki peran penting dalam kesehatan Muslim Inggris, dan selama pandemi, masjid telah menjadi jalur kehidupan bagi komunitas kami, “katanya.


Saat ini, masjid dan pemuka agama bekerja keras untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi akurat yang akan membantu menyelamatkan nyawa.


“Kami tahu vaksin ini aman untuk semua orang.  Sangat penting bahwa kita semua mendapatkan vaksin untuk melindungi diri kita sendiri dan orang yang kita cintai. Saya sangat prihatin tentang dampak disinformasi terhadap upaya vaksinasi.  Saya akan mendorong semua orang untuk berhati-hati dalam mempercayai apa yang mereka baca atau lihat, dan jika ragu, periksa situs web NHS,”ujarnya. 


 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *