Penanggung jawab proyek masjid ayodhya ditunjuk India.

REPUBLIKA.CO.ID, AYODHYA — India menunjuk penanggung jawab ke-10 pembangunan masjid dan rumah sakit di desa Dhannipur Ayodhya, Selasa (9/2). Pihak otoritas menominasikan veteran perang, Mohammad Afzaal Ahmad Khan.

Proyek Masjid Dhannipur ini secara resmi diluncurkan pada Hari Republik di Dhannipur, tepat enam bulan setelah Badan Wakaf Sunni menunjuk badan amanah masjid, Indo-Islamic Cultural Foundation (IICF). Dhannipur berlokasi sekitar 24 km dari Ram Janmabhoomi.

Dilansir di The Hindu, Rabu (10/2), Badan Wakaf ini  dibentuk menyusul putusan Mahkamah Agung pada 2019, yang mendukung pembangunan sebuah kuil di Ram Janmabhoomi.

Keputusan yang sama juga menyebut sebuah lahan seluas lima hektar telah ditemukan di Ayodhya untuk pembangunan masjid sebagai pengganti Masjid Babri. Cetak biru kompleks masjid, termasuk rumah sakit ini telah diresmikan 19 Desember 2020 lalu.

Dalam pertemuan virtual IICF di Lucknow, suara bulat dihasilkan dan menominasikan Khan yang berusia 80 tahun sebagai penanggung jawab kesepuluh. Khan merupakan seorang veteran perang 1965 dan 1971 dan penerima Sena Medal maupun Penghargaan Presiden, Samaj Ratan.

Proyek pembangunan Masjid Ayodhya dari IICF didasarkan pada pelayanan kemanusiaan. Khan menyebut Rumah sakit di kompleks tersebut akan menjadi pusatnya.

“Kami akan memberikan perawatan gratis kepada orang miskin melalui rumah sakit ini. Dapur umum kami, bagian penting lainnya dari proyek, akan memberi makan setidaknya 1.000 orang setiap hari,” kata dia.

Masjid baru ini disebut luasnya akan lebih besar dari Masjid Babri. Meski demikian, desain bangunannya tidak akan menyerupai struktur yang pernah berdiri di lingkungan Ramjanmabhoomi itu.

Di kompleks yang sama, akan dibangun pula sebuah pusat penelitian. Keberadaannya akan didedikasikan untuk pejuang besar kemerdekaan, Awadh Maulvi Ahmadullah Shah.

Pusat penelitian ini akan menyediakan museum, perpustakaan, serta publikasi guna menampilkan budaya Indo-Islam, tentang perjuangan bersama dan pencapaian umat Hindu dan Muslim di India.  





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *