PBB menyebut serangan terhadap komunitas Yazidi sebagai tindakan genosida.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD — Lebih dari 100 anggota minoritas Yazidi yang dibantai oleh kelompok bersenjata ISIS enam tahun lalu dimakamkan di pemakaman massal di desa Irak utara. Para tentara terlihat sedang membawa peti mati ke kuburan di Kocho, di provinsi Sinjar pada Sabtu (7/2).


Banyak orang yang berkumpul dan berduka. Mayat-mayat itu digali dari kuburan massal pada tahun lalu dalam operasi yang dikoordinasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelum dikirim ke Baghdad untuk diidentifikasi.


Yayasan Martir Irak telah mengawasi proses tersebut dan mengidentifikasi 104 korban menggunakan sampel DNA yang diambil dari kerabat mereka. Sejauh ini, badan pemerintah telah menggali 16 kuburan massal dari total 73 lokasi yang diduga.


Salah seorang kerabat, Obeid Khalaf menghadiri pemakaman di Kocho. Dia mengatakan beberapa korban tidak akan ditemukan.


“Beberapa tulang belulang ini sudah tidak ada lagi karena banjir menyapu mereka,” kata Khalaf, dilansir Aljazirah, Sabtu (7/2).


 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *