UMKM merupakan roda penggerak yang diyakini berperan dalam pemulihan ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) menggelar talk show di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (29/4). Acara bertema ‘Inspirasi Usaha Pemuda dari Masjid’ bertujuan mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

Sejak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi pada April 2020 lalu, banyak sektor ekonomi yang terdampak, baik dalam skala nasional maupun global. Sektor UMKM merupakan salah satu yang terhantam gelombang ini. 

 

Berbagai kebijakan pemerintah seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB) maupun working from home (WFH) sebagai upaya menekan angka penyebaran Covid-19 secara langsung mengakibatkan permintaan terhadap produk dan jasa UMKM menurun drastis.  Satu tahun telah berlalu sejak penetapan status Covid-19 sebagai pandemi, ekonomi Tanah Air mulai bergerak bangkit menuju pemulihan. 

 

Pemerintah menyebutkan, UMKM merupakan roda penggerak yang diyakini berperan krusial dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sejak 2018,  ISYEF pun aktif mendorong pertumbuhan dan memberdayakan ekonomi berbasis masjid, termasuk UMKM pemuda di dalamnya. 

 

Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki  jumlah masjid terbanyak di dunia pula. ISYEF percaya ini merupakan suatu kekuatan mendorong ekonomi berbasis masjid yang sejalan dengan nafas Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) yaitu pemberdayaan UMKM. 

 

Berbagai masjid di Indonesia itu bisa dimanfaatkan lebih dari sekedar tempat ibadah dan pusat kebudayaan Islam. ISYEF percaya, hubungan linear antara kemakmuran masjid dengan kemakmuran ekonomi umat bukan tidak memiliki sejarah. Rasulullah SAW telah membuktikan, ekonomi umat dapat diperbaiki melalui potensi masjid yang mampu menjadi tempat produktif. 

 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi Dewan Masjid Indonesia yang sudah membentuk organisasi otonom seperti ISYEF. Ia pun menyambut baik inisiatif ISYEF yang telah menggelar talkshow tersebut.

 

Ia menyebutkan, masjid seharusnya menjadi showcase bagi business matching antara konsumen dengan produsen. “Bicara UMKM, kita harus melakukan pendekatan inkubasi untuk memastikan usaha yang penuh inovasi dan teknologi sebagai ciri khas anak muda. Kita jadikan mosquepreneur,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis (29/4).

 

Selain UMKM berbasis masjid, Teten menyampaikan, industri Muslim fashion pun memiliki potensi yang sangat menjanjikan dengan besarnya pasar Indonesia serta beberapa negara tetangga lainnya. “Indonesia harus menjadi kiblat Muslim Fashion dunia,” tegas dia. 

 

“Pertama-tama, atas nama keluarga besar ISYEF, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Teten Masduki sebagai Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang berkenan hadir di tengah-tengah kita sore hari ini. Dari awal didirikan, ISYEF selalu percaya pada potensi usaha berbasis masjid. Sebagai contoh, ada ISYEF Point di Masjid Cut Meutia, dan ISYEFPreneur sebagai pemberdayaan UMKM berbasis masjid. Dengan ekonomi berbasis masjid yang semakin produktif, Insya Allah ekonomi umat pun akan semakin makmur dan sejahtera,” ujar Ketua Umum ISYEF Atras Mafazi 

 

Pada kesempatan itu, ISYEF juga meluncuran ISYEF Farm. ISYEF Farm merupakan sebuah program pemberdayaan ekonomi masjid melalui peternakan sapi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para pengurus masjid dan masyarakat sekitarnya. 

 

ISYEF Farm merupakan adaptasi bagi umat di pedesaan yang memiliki karakteristik berbeda dengan umat urban. Saat ini, ISYEF Farm berlokasi di Masjid Al-Mujahidin Gunung Kidul Yogyakarta dan akan terus menambah lokasi-lokasi lainnya di hari depan. 

 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *