Warga Saudi telah banyak mengenal dan menyadari kekuatan yang dimiliki Korsel

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL — Duta Besar Saudi di Korea Selatan, Riyad AH Almubaraky, menyebut banyak warga Saudi kini menempatkan Korea Selatan di urutan teratas daftar negara prioritas untuk dikunjungi, ketika pihaknya bersiap untuk KTT G20. Korea Selatan adalah salah satu mitra pertama yang bekerja sama dengan Arab Saudi sejak memulai persiapan KTT tersebut.

“Arab Saudi dan Korea Selatan memiliki hubungan kerja sama yang erat. Diakui secara luas, Korea Selatan memiliki kedudukan internasional yang tinggi sebagai pemimpin ekonomi dan budaya,” kata dia dilansir di Donga, Senin (16/11).

Sebagai tuan rumah Asia ketiga dari KTT G20 setelah Korea Selatan dan Jepang, Arab Saudi berencana mengadakan berbagai acara tambahan dan mempresentasikan strategi reformasi dan keterbukaannya saat ini di ibu kota Riyadh. Namun, penyebaran pandemi Covid-19 telah mengubah acara internasional yang akan datang menjadi pertemuan virtual.

“KTT G20 di Arab Saudi menyentuh isu-isu yang telah lama dicoba ditangani oleh komunitas internasional secara keseluruhan. Di antaranya, perempuan dan pemuda, sumber daya global dan perlindungan lingkungan, serta berbagi inovasi dan perkembangan teknologi,” lanjutnya.

Ia berharap KTT G20 kali ini memberikan kesempatan kepada dunia internasional untuk melakukan upaya bersama. Agenda pertemuan disebut akan mendukung visi Arab Saudi untuk mewujudkan reformasi dan keterbukaan.

Bekerja 10 tahun di Korea Selatan sebagai sekretaris kedutaan (1990-1995) dan duta besar (sejak 2016), Duta Besar Almubaraky telah dikenal sebagai salah satu ahli paling kompeten terhadap Korea Selatan, di Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Perihal pandangan orang Saudi tentang Korea Selatan, ia menjawab hal tersebut tidak perlu dipertanyakan lagi. Warga Kerajaan disebut telah banyak mengenal dan menyadari kekuatan yang dimiliki Korea Selatan, terlebih dalam hal pembangunan ekonomi dan budaya pop Korea Selatan.

Dengan semakin populernya Korea Selatan di seluruh Arab Saudi, Almubaraky tertarik untuk mendirikan Departemen Bahasa Korea dan pusat penelitian tentang urusan Korea Selatan di King Saud University, maupun universitas nasional bergengsi di negara itu.

“Jika King Saud University menjadi rumah bagi perangkat terkait Korea, anak muda Saudi akan menunjukkan minat yang besar terhadap Korea. Kami sedang bekerja untuk mewujudkannya,” kata dia.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *