Media daring menurut Ketum IMM berperan sebarkan Islam ramah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Najih Djuang Prastiyo mengatakan, tantangan dakwah Muhammadiyah di era pandemi ini adalah bagaimana optimalkan peran media daring. Di usianya yang ke 108 ini Muhammadiyah dihadapkan dengan tantangan maraknya informasi di media sosial yang banyak menimbulkan gesekan.

“Tantangan dakwah Muhammadiyah di era pandemi saya rasa adalah upaya mengoptimalkan peran media daring dalam menarasikan Islam berkemajuan,ā€¯katanya saat dihubungi Republika, Selasa (17/11).

Najih mengatakan, moderasi Islam ditengah ruang media ini cenderung kumuh, kotor akan narasi negatif, narasi pertentangan, dan narasi yang membenturkan. Selain itu juga media sosial penuh narasi Islam marah-marah yang pada akhirnya akan merugikan Islam itu sendiri sebagai agama yang ramah.

“Tantangan dakwah Muhammadiyah setelah pandemi saya rasa tidak jauh berbeda,” ujarnya.

Muhammadiyah kata Najih, perlu mengerahkan energinya untuk mengisi ruang media daring dengan konten yang positif, Islam yang rahmah, Islam yang ramatan lil ‘alamin, Islam yang membawa eneri kemajuan bagi bangsa dan negara. IMM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah memiliki harapan agar Muhammadiyah memberikan ruang keterbukaan bagi kader-kader muda.

Tujuannya tak lain, untuk mengaktualisasikan diri yang tidak hanya dalam tubuh Muhammadiyah, namun juga bagi kepentingan yang lebih luas. Seperti misalnya masalah kemanusiaan, bangsa dan agama.

“Lebih konkretnya mungkin Muhammadiyah harus memulai dan berani menjamin perihal akademik kader muda dan mendorong kader muda untuk ikut tampil bagi kehidupan yang lebih luas,” katanya.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *