Ada 98 kiai ulama yang mengikuti program vaksinasi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Puluhan kiai dan ulama yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur membuktikan vaksin Sinovac aman bagi masyarakat yang masuk kategori lanjut usia (Lansia). Ada 98 kiai ulama yang mengikuti program vaksinasi Covid-19 tersebut, sebagian besar telah berusia lanjut. Namun, tidak ada kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang dirasakan.

“Kiai Anwar Manshur ini usianya di atas 80 tahun, Yai Agoes Ali Masyhuri ini usianya 70 tahun lebih, Alhamdulillah sstelah divaksin mereka sehat-sehat semua,” ujar Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH. Anwar Iskandar di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Selasa (23/2).

Anwar memastikan, proses vaksinasi yang dikhususkan bagi kiai dan ulama tersebut dijalankan dengan sangat profesional. Calon penerima vaksin dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, untuk memastikan tensi darah dan gula darahnya dalam keadaan baik. Setelah itu baru dilaksanakan vaksinasi.

“Alhamdulillah semuanya menyatakan tidak ada rasa sakit sama sekali. Setelah itu juga tidak ada rasa yang berbeda atau penurunan kesehatan,” ujar Anwar.

Anwar mengaku, proses vaksinasi yang dijalani juga turut menumbuhkan optimisme dalam diri, bahwa Indonesia akan mampu melewati badai Covid-19. Namun demikian, ia mengingatkan agar proses vaksinasi tidak malah mengendorkan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

“Tapi kami berharap jangan sembrono Walau sudah divaksin tetap menjalankan protokol kesehatan. Karena dalam prinsip Islam, tidak boleh membahayakan diri sendiri atau menularkan bahaya kepada orang lain,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, puluhan kiai dan ulama Jawa Timur mengikuti program vaksinasi Covid-19 di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Selasa (23/2). Ada sekitar 98 kiai dan ulama yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama Jatim, yang mengikuti program vaksinasi tersebut. Di antaranya adalah KH. Anwar Manshur, yang merupakan pengasuh PP Lirboyo, Kediri.

Kemudian ada KH. Anwar Iskandar, pengasuh PP Al-Amin, Kediri; KH. Agoes Ali Masyhuri, pengasuh PP Bumi Sholawat, Sidoarjo; KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, pengasuh PP Zainul Hasan Genggong, Probolinggo; KH. Marzuqi Mustamar, pengasuh PP Sabilur Rosyad, Malang; KH. Abd Salam Shohib, pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar; dan KH. Abdul Hakim Mahfudz, pengasuh PP Tebuireng, Jombang.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *