Kiai Marsudi Syuhud mendoakan almarhum presiden ke-2 RI Soeharto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Haul Akbar HM Soeharto, presiden ke-2 Republika Indonesia digelar Kamis (28/1) malam. Meski sempat menuai kontroversi di kalangan warga Nahdliyin, Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, tetap hadir dalam perhelatan tersebut. 


Dalam sambutannya, Kiai Marsyudi mengatakan, pahala dan sedekah jariyah almarhum Soeharto terus mengalir hingga kini. Presiden Ke-2 Republik Indonesia itu dinilainya memenuhi tiga kriteria dari amal jariyah yang tidak terputus.  


‘’Sedekah jariyah yang dilakukan almarhum Soeharto dan ibu Tien terus mengalir meski sudah meninggal,’’ ujarnya dalam acara Haul Akbar HM Soeharto, Kamis (28/1) malam. 


Menurut dia, selama hidupnya, almarhum Soeharto sudah membangun ribuan masjid. Bahkan, memberikan beasiswa dan menyekolahkan ribuan anak.  


Upaya itu, dia sebut semakin tampak ketika ilmu dan perjuangan yang dimiliki almarhum Soeharto, bermanfaat untuk banyak kalangan. Selain dari anak-anak saleh yang dimilikinya. “Jadi sedekah jariyah itu seperti memaketkan harta kita ke akhirat dengan menitipkan dan sampai sesuai alamatnya,” ujar dia.


Kiai Marsudi yang juga Wakil Ketua Umum MUI itu melanjutkan, dengan adanya haul ke-13 bagi tokoh nasional itu, diharapkan bisa bermanfaat bagi almarhum. Bahkan, lebih jauh, bisa menjadi pembelajaran dan manfaat bagi siapapun yang mendoakan almarhum Soeharto.  


“Nanti ketika kita meninggal, mudah-mudahan banyak yang mau mendoakan kita. Karena itu, yang terpenting bagi anak cucu kita adalah menanamkan pandangan jika doa yang dikirim bagi orang tua yang sudah meninggal adalah pandangan agama kita,” jelasnya. 


Sementara itu di acara yang sama, perwakilan keluarga, Bambang Wibowo meminta publik untuk mengirim doa. Termasuk, mengenang perjuangan dan jasa dari Soeharto.  Dalam pengalaman dan pengetahuan menyoal Soeharto, tokoh itu dinilainya memiliki kesan yang luas.


Cerita semasa perang kemerdekaan misalnya, Soeharto dinilainya merupakan mesiu di tengah peperangan. Utamanya, karena telah membebaskan bangsa dari penjajah. “Tapi ketika (Indonesia) merdeka, beliau menjadi mutiara dan keteladanan beliau sangat kita butuhkan,’’ jelas dia. Karenanya, sosok seperti Soeharto dia klaim sangat dibutuhkan di masa sekarang ini.   





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *