Saat ini pesantren menghadapi sejumlah tantangan, termasuk di bidang perekonomian.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Sejarah telah mencatat bahwa tulang punggung pendidikan Islam di Indonesia adalah pesantren. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Namun, saat ini pesantren menghadapi sejumlah tantangan, termasuk di bidang perekonomian.


Karena itu, Ketua Umum Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I), KH Muhammad Tata Taufik mengajak, kepada para kiai pesantren untuk membesarkan organisasi P21.


“Saya mengajak bagaimana kalau kita memperperbesar organisasi kita, saya pikir P21 itu milik kita semuanya,” ujarnya dalam webinar bertema “Indonesia di Ambang Resesi Ekonomi: Peluang dan Tantangannya bagi Pesantren”, Jum’at (13/11) malam.


Menurut dia, kiai yang memikirkan pesantrennya sendiri sudah banyak, tapi saat ini yang dibutuhkan adalah para kiai yang memikirkan pesantren secara keseluruhan. Melalui organisasi P21, menurut dia, para pengasuh pesantren bisa memikirkan strategi ke depan untuk memajukan pesantren Indonesia.


“Kalau kiai memikirkan pesantrennya sendiri itu hampir semua, tapi kiai yang memikirkan dan mengkonsep pesantren dan pesantren secara keseluruhan itu sebetulnya yang dibutuhkan,” ucap Pimpinan Pesantren Al Ikhlash Kuningan ini.  


Dalam webinar tersebut, Kiai Tata Taufik juga sempat menyoroti pemikiran tentang Dana Abadi Pesantren. Menurut dia, Dana Abadi Pesantren tersebut merupakan cita-cita sejak lama yang belum terealisasikan. Untuk mewujudkan itu, kata dia, para pengasuh pesantren harus bisa bergerak bersama dan berkesinambungan.


“Mudah-mudahan kita ke depan bisa mewujudkan hal itu,” kata Kiai Tata.


Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I) sendiri merupakan sebuah organisasi yang diresmikan Menteri Agama di Pondok Pesantren Darunnnajah, Jakarta Selatan pada 2018 lalu. Kehadiran organisasi ini diharapkan bisa membuat kemajuan umat Islam Indonesia.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *