Masjid Al Aqsa baginya adalah seluruh hidupnya.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — “Tuk tuk Hajja Nafisa,” demikian sebutan yang melekat pada kendaraan angkut milik Nafisa Khuwais yang biasa digunakannya mengantar orang-orang menuju Masjid Al Aqsa. Wanita berusia 68 tahun itu memiliki kisah ikatan yang istimewa dengan Masjid Al Aqsa melalui kendaraan tuk-tuk miliknya.


“Ini tuk-tuk Hajja Nafisa, sudah menjadi bagian dari diriku. Tuk-tuk telah menjadi hidupku,” ujar Hajja Nafisa, dalam video di laman Middle East Eye, dilansir Jumat (11/6).


Tuk-tuk miliknya ini bukan sekadar kendaraan angkut biasa, namun ada kisah bermakna tentang kecintaan Nafisa pada Al Aqsa. Meski telah dilarang memasuki Masjid Al Aqsa, namun wanita tua ini terus mengantar jamaah ke tempat suci umat Islam tersebut setiap hari menggunakan tuk-tuknya.


“Saat sholat subuh, saya akan menurunkan orang-orang di masjid Al Aqsa. Mereka akan bertanya kapan saya akan kembali? Saya memberi tahu mereka ketika mereka selesai, Anda akan menemukan saya menunggu Anda. Saya melakukan hal sama untuk waktu sholat lainnya,” ungkapnya.


Nafisa Khuwais tinggal di Yerusalem sepanjang hidupnya. Dia dilarang memasuki Masjid Al Aqsa. Karena itulah, ia terus mengantar orang-orang ke al-Aqsa setiap dengan tuk-tuknya.


 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *