Road trip kedua Klinik Apung di Pulau Tidung dan Pulau Pari, 17-19 Februari 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebagai salah satu pelaku industri kesehatan di Indonesia, Kimia Farma saat ini sedang memaksimalkan aktivitas perusahaannya ke daerah kepulauan Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang bekerja sama dengan LSM  di Indonesia dalam melaksanakan Program Klinik Apung.


Klinik Apung pertama kali telah diluncurkan pada tahun 2019, dan telah berhasil menciptakan program Kawasan Sehat di daerah Desa Gili Gede Indah, Nusa Tenggara Barat. Saat ini, Klinik Apung sedang berlayar menggunakan kapal keduanya yang bekerja sama dengan Badan Wakaf Alquran (BWA) di daerah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Klinik Apung Kepulauan Seribu direncanakan akan menjangkau sebanyak delapan pulau di wilayah Kepulauan Seribu melalui empat  road trip yang dilaksanakan sebagai assessment awal untuk membentuk program terbaik yang sesuai dengan lingkungan dan sosial di Kepulauan Seribu. Delapan pulau yang menjadi tujuan Kimia Farma adalah Pulau Lancang, Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Harapan (Kelapa), Pulau Pelangi, Pulau Panggang, dan Pulau Pramuka.


Setelah melakukan road trip pertamanya pada bulan Desember 2020 di Pulau Untung Jawa dan Pulau Lancang, Klinik Apung kembali berlayar untuk melaksanakan road trip kedua pada 17-19 Februari 2021 di Pulau Tidung dan Pulau Pari.


Kegiatan yang dilaksanakan dalam road trip kedua adalah pelayanan kesehatan gratis, sosialisasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat, sosialisasi pencegahan stunting dan gizi buruk pada ibu hamil dan bayi, serta pemeriksaan rapid test. Kegiatan tersebut disambut dengan baik oleh warga di setiap pulau tempat Klinik Apung berlayar. 


Dalam pelaksanaannya, kegiatan program Klinik Apung mendapatkan antusiasme yang besar dari warga. Terhitung ratusan warga penghuni pulau ikut serta dalam pelayanan kesehatan gratis dan sosialisasi yang diadakan.  Kegiatan ini tetap menjaga ketat protokol kesehatan yang berlaku dengan menerapkan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker) dalam rangkaian kegiatannya.


Syahrul Hidayat selaku ketua RW 04 di Pulau Pari menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial Klinik Apung ini sangat berguna bagi masyarakat di wilayah kepulauan. “Kami  berharap Klinik Apung bisa berlayar dengan rutin di wilayah Kepulauan Seribu ke depannya,” kata Syahrul Hidayat dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (23/2). 


Lurah Pulau Tidung, Bidan Hapsyah menyampaikan dukungannya terkait program Klinik Apung dalam pelayanan kesehatan gratis yang diadakan pada 18 Februari 2021. 


“Kami sangat mendukung aktivitas ini, karena insya Allah kegiatan ini memberikan manfaat kepada masyarakat luas.  Jika memungkinkan kami berharap Klinik Apung bisa lebih sering dilakukan,”  demikian Bidan Hapsyah menyampaikan.


Tanggapan dari masyarakat tersebut sesuai dengan tujuan dilaksanakannya program Klinik Apung yaitu sebagai bentuk kepedulian Kimia Farma dalam meningkatkan layanan kesehatan di wilayah Indonesia yang kurang terjangkau, salah satunya adalah wilayah kepulauan.

Hal ini sempat diutarakan oleh Direktur Umum dan Human Capital Kimia Farma, Dharma Syahputra dalam peresmian program Klinik Apung di tahun 2020. 


“Klinik Apung dirancang sebagai salah satu misi kemanusiaan Kimia Farma dalam menyehatkan masyarakat Indonesia, khususnya di masa pandemi Covid – 19. Selain itu, program ini dirancang sebagai implementasi dari dukungan Kimia Farma terhadap Sustainability Development Goals (SDGs) poin 3 terkait upaya peningkatan kesehatan, dan SDGs poin 2 terkait upaya mengurangi angka gizi buruk, juga SDGs poin 6 terkait sanitasi air,” ungkapnya.


Hazairin Hasan, direktur Program BWA menyatakan,  BWA berterima kasih dengan adanya kegiatan program Klinik Apung ini.  “BWA sebagai salah satu lembaga sosial kemanusiaan di Indonesia berterima kasih kepada Kimia Farma karena telah percaya pada BWA dengan mengajak kami bekerja sama dalam melaksanakan Klinik Apung di Kepulauan Seribu ini. Semoga ke depan dapat tercipta kawasan sehat dengan meningkatkanya kesadaran masyarakat akan pola hidup bersih dan sehat, meningkatnya kualitas sanitasi dan peningkatan gizi anak,” tuturnya.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *