Komunitas Muslim Caledon terpaksa menguburkan jenazah di kota lain.

REPUBLIKA.CO.ID,  CAPE TOWN — Bagi setiap orang, kehilangan orang terkasih memang selalu sulit, apalagi, jika tidak bisa memakamkannya. Hal itu, yang kini terjadi di sebuah kota kecil, Caledon, di Western Cape dengan lahan pemakaman Muslim yang hampir tidak ada.


Dalam pengakuan penduduk sekitar, anggota komunitas Muslim terpaksa harus memakamkan keluarga mereka di kota-kota tetangga dengan jarak yang cukup jauh dan terus memastikan ketersediaan itu. 


“Tidak ada kuburan yang tersedia karena mereka menguburkan orang lain di sana,” kata Mohamed Zain Cupido (76), warga Caledon yang berjuang untuk alokasi lahan pemakaman di kota tersebut, dikutip dari ewn, Selasa (27/4).


Dia bercerita, selama bertahun-tahun telah mengurus persyaratan dan meminta bantuan dari Komisi Hak Asasi Manusia sejak 2004. Hingga akhirnya, diberi sebidang tanah yang dialokasikan untuk 112 kuburan.


Kendati demikian, masalah datang pada 2014 silam, saat hendak menguburkan pemuda Muslim. Lahan yang seharusnya diisi oleh Muslim, malah diisi oleh Non-Muslim. Ketika membahasnya dengan dewan, Cupido mendapat jawaban sepele, di mana ia seharusnya memagari lahan tersebut.


 


 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *