Komunitas Muslim Kanada Bagikan Ratusan Parsel Makanan.

REPUBLIKA.CO.ID,ALBERTA — Cuaca dingin pada Sabtu (6/2) lalu tidak menghentikan komunitas Islam Fort McMurray di Alberta, Kanada, untuk membagikan ratusan parsel makanan kepada siapa saja yang menginginkannya. Di luar masjid di Abraham’s Landing, selama tiga jam setidaknya sekitar 100 orang dari komunitas Muslim tersebut membagikan keranjang berisi makanan. Siapapun dapat mengambil sekeranjang berisi makanan yang tidak mudah rusak, seperti pasta, nasi, makanan kaleng, gula, dan garam. Sementara itu, parsel makanan lainnya dikirimkan ke rumah-rumah warga di sana.

Seorang sukarelawan dalam acara tersebut, Bushra Naseer, mengatakan ada cukup persediaan untuk 300 paket makanan. Setengah dari parsel itu terbagi rata antara Waypoints, Salvation Army dan Center of Hope.

“Sungguh menyedihkan melihat komunitas melalui masa sulit ini, tetapi kami telah melihat beberapa orang yang sangat dermawan di Fort McMurray yang telah melangkah maju. Senang sekali melihatnya,” kata Naseer, dilansir di The Star, Senin (8/2).

Markaz-Ul-Islam terakhir kali menjalankan program makanan gratis mereka setelah banjir April 2020 lalu. Naseer mengatakan, organisasi tersebut telah bekerja untuk mengirimkan makanan ketika mereka menyadari kebutuhan masyarakat akan program tersebut. Acara ini juga diselenggarakan atas kerja sama dengan Islamic Relief Canada.

“Ini adalah masa sulit dengan Covid-19 dan kehilangan pekerjaan. Dengan perkembangannya, komunitas tampaknya semakin membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Direktur eksekutif Wood Buffalo Food Bank (WBFB), Dan Edwards, mengatakan bank makanan tersebut telah melihat permintaan untuk layanannya meningkat selama beberapa bulan ini. Edwards lantas mengatakan bahwa dia senang melihat Markaz-Ul-Islam menciptakan ruang di mana orang dapat berkumpul dengan aman untuk membantu masyarakat. Kesempatan untuk keluar untuk tujuan yang baik sekaligus bersosialisasi adalah penting baginya.

“Ini membantu komunitas, membantu kesehatan mental, membantu segalanya,” kata Edwards.

Edwards mengatakan, masih ada permintaan dari masyarakat pedesaan. Namun, menurutnya, penutupan jalan karena musim dingin telah mempersulit pengiriman yang terhambat ke Fort Chipewyan. Ia mengatakan, sekitar 25 keranjang makanan bisa muat dalam satu penerbangan, sedangkan 30-35 bisa muat dalam satu truk.

Untuk komunitas yang lebih dekat ke kota, Edwards mengatakan orang-orang telah dapat mengemudi dan mengambil keranjang untuk komunitas mereka. Edwards mengatakan, orang-orang di Fort McKay telah melakukan perjalanan seperti itu.

Hal demikian menurutnya sangat membantu bagi bank makanan ketika organisasi tersebut kekurangan staf. Sebab terkadang mereka tidak memiliki orang untuk melakukan pengiriman ke komunitas pedesaan.

“Sungguh luar biasa bekerja dengan mitra komunitas kami untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan komunitas ketika kami sendiri mengalami masalah. Orang-orang benar-benar melangkah untuk mendukung kami,” tambahnya. 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *