Komite investigasi telah menutup daerah tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut.

REPUBLIKA.CO.ID, SUDAN — Jaksa Agung Sudan, Taj Alsir Alhibir mengatakan pada Rabu (11/11) pihak berwenang menemukan kuburan massal baru selama penyelidikan. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai temuan tersebut, termasuk jumlah jenazah  yang terkubur secara massal.

Kantor Jaksa Penuntut Umum mengatakan dalam sebuah pernyataan menyebutkan komite investigasi yang dibentuk oleh Jaksa Agung menemukan bukti kuat kuburan massal tersebut adalah milik mereka yang dibunuh dan dikubur secara ilegal.

“Setelah upaya tak kenal lelah oleh panitia investigasi yang dibentuk oleh Jaksa Agung dan berdasarkan bukti yang ditemukan komite, kami dapat memastikan bahwa bukti menunjukkan kuburan massal di daerah tertentu itu adalah milik orang-orang hilang yang dibunuh dan dikubur secara ilegal,” menurut pernyataan dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (12/11).

Komite investigasi telah menutup daerah tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut. Termasuk untuk mengidentifikasi jenazah dengan melakukan tes DNA.

“Komite akan mengidentifikasi DNA orang-orang yang terbunuh itu,” katanya.

Komite tersebut mengatakan, akan melanjutkan penyelidikan terhadap orang-orang yang hilang sejak awal protes nasional pada Desember 2018. Kemudian pembantaian Khartoum yang terjadi pada 3 Juni 2019 di mana ratusan pengunjuk rasa dibantai di depan markas besar militer di Khartoum, menyusul penggulingan Omar al-Bashir.

Sudan telah menemukan dua kuburan massal yang dipenuhi perwira militer yang dituduh merencanakan kudeta militer pada 1990 terhadap al-Bashir. Dan satu lagi dengan mahasiswa militer pada 1998.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *