Doa itu tidak hanya berupa permintaan.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Pondok Pesantren Darul Akhyar Parungbingung, Depok  tiap Sabtu pagi menggelar ngaji kitab. Tiap pekan (pekan kesatu sampai pekan keempat) ada kitab masing-masing yang dibahas secara rutin. Tenpatnya di Pondok Pesantren Darul Akhyar.


Khusus pekan kelima, mulai bulan Januari 2021 membahas kitab Tafsir Jalalain. Tempatnya di Masjid Al-Ikhlas Parungbingung — sekitar 500 meter dari Ponpes Darul Akhyar.


Ngaji kitab itu dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Darul Akhyar Parungbingung, Depok, Dr KH Syamsul Yakin MA. Pada pengajian Sabtu (30/1), pengajian itu membahas Tafsir Jalalain, sSrat Al-Fatihah.


Kitab tafsir itu ditulis oleh dua orang (guru dan murid), yakni Imam Jalaluddin Al-Mahali dan  Imam Jalaluddin Al-Suyuthi.  “Penafsiran Imam Jalaluddin Al-Mahali terhadap Surat Al-Fatihah sarat dengan gramatika bahasa Arab, baik sintaksis maupun morfologis, namun ditulis secara ringkas,” ujar Dr KH Syamsul Yakin.


Ia menambahkan, tafsir yang ditulis oleh dua ulama abad kesembilan hijriyah ini tergolong tafsir yang sesuai dengan pelajar bermadzhab Syafii. Hal itu karena keduanya adalah ulama Syafiiyah.


“Tentang penafsiran Surat  Al-Fatihah, pengarang tampaknya sangat menonjolkan sisi akidah yang fundamental. Di samping menegaskan bahwa sejatinya seluruh isi Al-Fatihah itu adalah doa, baik yang memuji maupun yang meminta. Ayat 1-5 berisi pujian kepada Allah. Ayat 6-7 berisi permintaan kepada Allah,” papar Dr Syamsul Yakin.


Ngaji kitab tiap Sabtu itu diikuti jamaah rutin dari berbagai tempat. Tidak hanya Depok, tapi jua Jakarta, Bogor, Tangerng hingga Bekasi.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *