Setelah direnovasi Masjid Suleiman di Taif dibuka lagi.

REPUBLIKA.CO.ID, TAIF — Masjid Suleiman yang bersejarah di wilayah timur Taif, Makkah, telah membuka lagi pintunya bagi jamaah setelah selesai direnovasi. Masjid Suleiman adalah salah satu  masjid paling tersohor di wilayah itu sejak 300 tahun yang lalu. Masjid ini masuk dalam proyek renovasi masjid bersejarah Putra Mahkota Muhammad Bin Salman.

Seperti dilansir Saudi Gazette pada Kamis (29/4), menurut Imam Masjid Suleiman, Abdullah bin Mohammad Al-Zubaidi, sejarah Masjid Suleiman begitu penting sebab terdapat beberapa kisah yang berkait dengan masjid itu.


Nabi Muhammad, jelas dia, pernah menyuruh para sahabat berhenti beristirahat di tempat yang kemudian berdiri Masjid Suleiman. Nabi mengunjungi pamannya dari Bani Saad dan mengabarkan, Nabi Sulaiman bin Daud juga pernah berkemah di tempat yang kini menjadi Masjid Suleiman. Maka dari kisah itu masjid itu dinamai Masjid Suleiman.

Syekh Al Zubaidi menambahkan, masjid terdiri atas sebuah mihrab dan pintu masuk dengan dua kolom batu di tengahnya dan dapat menampung tiga baris berisi 30 jemaah dan 15 jamaah lainnya di halaman luar. Di sebelah bangunan utama terdapat mushola dan empat kamar mandi, selain speaker, alat keselamatan dan pemadam kebakaran, serta perangkat AC, menambahkan bahwa baru-baru ini terlihat bahwa beberapa kelompok turis mengunjungi tempat itu

Masjid itu adalah mercusuar ilmu bagi penduduk daerah itu. Dulunya berfungsi sebagai sekolah bagi siswa untuk belajar Alquran. Masjid ini direnovasi pada 1372 H oleh warga sekitar.

Masjid ini terletak di Wadi Nakhb dan berjarak 1,5 kilometer dari Jalan Hassan Bin Thabet yang menghubungkan Taif dan Baha, serta memiliki ciri khas pola arsitektur yang dibangun dengan barang-barang konstruksi lokal, menggunakan batu potong yang terbuat dari tanah liat di mana langit-langitnya terbuat dari batang pohon yang dilapisi daun palem.

Luas total masjid adalah 390 meter persegi dan dapat menampung 36 jamaah dan terdiri atas  area shalat, ruang imam, bagian pribadi, selain sumur, pintu masuk dari sisi utara, dan lima meter menara.

Menyusul renovasi, Masjid Suleiman saat ini meliputi area shalat, area shalat wanita, halaman, kamar mandi, tempat wudhu pria dan wanita dan sekarang dapat menampung 70 jamaah.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *