Sholat Qiyamulail diadakan di masjid UEA.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI — Otoritas kesehatan UEA mengumumkan sholat Tahajjud atau Qiyamul Lail akan diadakan di masjid-masjid di seluruh UEA, selama sepuluh hari terakhir Bulan Suci Ramadhan. Hal ini disampaikan pada kegiatan briefing mingguan mereka.

Otoritas juga memutuskan membatasi waktu sholat menjadi 30 menit, antara 12: 00-12:30 di seluruh UEA. Untuk melaksanakan ibadah ini, jamaah harus mematuhi semua tindakan pencegahan yang ada.

Dilansir di Gulf Today, Rabu (28/4), mereka juga memutuskan segera menutup masjid setelah shalat diadakan. Namun, meski sholat Tahajud diizinkan, pihak berwenang mengatakan I’tikaaf tidak akan diizinkan tahun ini.

Selama pengarahan tersebut, terungkap pula UEA telah naik ke posisi 8 di seluruh dunia dan mempertahankan posisi pertama di dunia Arab pada Peringkat Ketahanan Covid-19 Bloomberg. UEA mencapai 69,7 poin pada indeks umum.

Dengan demikian, kondisi ini membuat UEA berada di antara 10 negara teratas, setelah China, Finlandia, Denmark, Kanada dan Swiss.

UEA berhasil mencapai posisi maju ini secara regional dan global berkat tindakan pencegahan yang diambil sejak awal krisis. Pihak berwenang berupaya menangani pandemi secara efektif, namun tidak mengganggu urusan bisnis dan sosial.

Keberhasilan kampanye vaksinasi Covid-19 nasional di UEA selama ini merupakan indikasi kuatnya sistem medis dan kesehatan di dalamnya. Jumlah total dosis yang diberikan hingga saat ini telah mencapai lebih dari 10 juta dosis.

Ketersediaan vaksin adalah pencapaian utama dalam pertempuran UEA melawan pandemi. Vaksin ini diketahui tersedia untuk semua secara gratis di semua pusat yang beroperasi dalam kapasitas maksimal.

Untuk mencapai titik ini, otoritas mengharuskan semua pihak bekerja sama dan mulai menyuntikkan vaksin, dengan harapan mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) secepatnya.  

sumber : Gulftoday





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *