Semakin penting memahami Indonesia dan Keislaman.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Ketua Prodi Hukum Islam Program Doktor FIAI Universitas Islam Indonesia (UII), Dr Yusdani menilai, sebagai rahmatan lil alamin Islam jadi agama yang berdiri di atas semua golongan. Islam di Indonesia merupakan bagian dari umat Islam di dunia.

“Islam itu satu, hanya cara mengekspresikan Islam yang bervariasi. Secara budaya dan historis, banyak sekali ajaran Islam yang sesuai interpretasi dan budaya di berbagai daerah di Indonesia,” kata Yusdani dalam webinar yang dilaksanakan UII, Jumat (11/6).

Pendirian UII sebagai kampus nasional tertua Indonesia erat pembentukan identitas keislaman dan keindonesiaan. UII salah satu pionir perguruan tinggi yang sebarluaskan nilai-nilai Islam di Indonesia melalui misi rahmatan lil alamin dan ulil albabnya.

Mohammad Hatta dan KH. Abdul Kahar Muzakkir merupakan dua di antara banyak tokoh-tokoh pendiri UII sekaligus Bapak Bangsa Indonesia. Keduanya juga merupakan tokoh yang konsisten menyebarkan pesan-pesan Islam yang erat dengan keindonesiaan.

Yusdani menekankan, sumber ajaran kita sama, bersumber dari Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW. Islam Indonesia adalah Islam yang dilihat dari unsur perspektif dan sejarah, mengignat sejarah Indonesia sendiri tidak dapat dilepaskan dari keislaman.

“Islam Indonesia juga bukan ajaran Islam dengan mazhab baru. Islam Indonesia wacana keislaman yang tidak terlalu ke kanan maupun tidak terlalu ke kiri,” ujar Yusdani.

Rahmatan lil alamin juga berarti manfaat ilmu yang ada dalam Alquran bisa dirasakan semua umat. Alquran tidak hanya memuat ajaran-ajaran untuk Muslim, melainkan banyak ilmu sains terkandung di dalamnya. Bahkan, banyak peneliti mendapat petunjuk darinya.

“Hal ini menandakan Islam sebagai rahmatan lil alamin telah terwujud,” kata Yusdani.

Ketua Prodi Ilmu Agama Islam Program Magister FIAI UII, Dr Junanah menuturkan, hari ini mengenai keislaman sendiri masih banyak masyarakat yang mempermasalahkan. Salah satu yang kerap terjadi mengenai perbedaan-perbedaan dalam menjalankan ibadahnya.

“Memahami perbedaan mazhab sangat penting karena saat ini banyak sekali orang yang fanatik terhadap satu mazhab, lalu menganggap yang berbeda dengan mereka itu salah,” ujar Junanah.

Memahami keislaman dan keindonesiaan menjadi sangat penting karena islam di Indonesia unik karena berbaur budaya masyarakat. Akulturasi budaya dengan Islam membuat menjadi unik, sehingga cara pandang terhadap Islam di Indonesia harus dilihat secara luas.

“Dengan sudut pandang yang luas ini kita dapat menghormati perbedaan tersebut,” kata Junanah.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *