Maksiat membuat para pelakunya hina dihadapan manusia dan Allah SWT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Allah SWT melarang perbuatan maksiat baik yang ditujukan terhadap diri sendiri, orang lain, atau terhadap Sang Khaliq dan utusan-Nya, Muhammad SAW. 


Perbuatan maksiat menyebakan datangnya kehinaan pada diri pelakunya. Hal ini diketahui sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 112: 


ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ


“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.”


Dari ayat tersebut, dapat direnungkan bahwa Allah SWT menimpakan kehinaan kepada mereka yang berbuat maksiat di mana pun mereka berada. Lalu mengapa Allah SWT mempermalukan mereka? Itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.


Sesungguhnya perbuatan tersebut adalah perbuatan dosa, maksiat, dan mengabaikan perintah Allah SWT serta melampaui batas yang telah ditentukan Allah SWT. Inilah penyebab terbesar Allah SWT mempermalukan mereka. 


Mereka yang membangkang perintah Nabi Muhammad SAW juga ditimpa kehinaan oleh Allah SWT. Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda: 


بُعِثْتُ بِالسَّيْفِ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ، وَجُعِلَ رِزْقِي تَحْتَ ظِلِّ رُمْحِي، وَجُعِلَ الذُّلُّ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي “Aku diutus dengan pedang sampai mendekati kiamat, sehingga nanti hanya Allah yang disembah serta tak ada yang menyekutukan-Nya. Rezekiku ada di bawah naungan tombakku. Kehinaan dan kerendahan itu diperuntukkan bagi mereka yang tak mematuhi perintahku.” Itulah salah satu alasan terbesar mengapa iblis berani melawan hamba Allah. Allah SWT berfirman: 


إِنَّ الَّذِينَ تَوَلَّوْا مِنْكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ إِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطَانُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوا “Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahapenyantun.” (QS Ali Imran ayat 155)


 


Sumber: alukah  


 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *