MTQ merupakan ajang untuk mendidik masyarakat mencintai Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin mengatakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan kegiatan monumental yang dipenuhi nilai sejarah. Selain itu menurut dia, MTQ juga sebagai ajang untuk dapat mendidik mendekatkan masyarakat luas untuk mencintai Alquran sebagai pedoman hidup umat Islam di Indonesia.

“MTQ adalah kegiatan monumental yang sudah menyejarah di Indonesia. Mari kita merawat dan menjaganya, baik pelaksanaan maupun mutunya. Di sini kita dapat mendidik masyarakat kita mencintai Kitab Suci Alquran,” kata Kamaruddin, saat Malam Taaruf MTQ Nasional ke XXVIII di Kantor Gubernur Sumbar di Kota Padang, Jumat (13/11).

MTQ akan dilaksanakan di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman sejak Kamis (12/11) sampai Sabtu (21/11). MTQ ke 28 ini akan mulai dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo secara virtual besok, Sabtu (14/11). Upacara pembukaan MTQ ini akan dilaksanakan di Stadion Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman. Acara pembukaan MTQ secara resmi ini akan dihadiri Menteri Agama RI Fachrul Razi.

Kamaruddin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia pelaksana, warga Kota Padang khususnya dan warga Provinsi Sumatera Barat pada umumnya yang telah menyiapkan segala sesuatu berkaitan dengan pelaksanaan MTQ. Ia melihat Sumbar sudah siap menjadi tuan rumah perhelatan akbar ini meskipun proses penyelenggaraan MTQ Nasional tahun diwarnai keprihatinan dan kewaspadaan atas wabah covid-19.

“Saya berharap, melalui kegiatan MTQ Nasional ini dapat meningkatkan kesadaran beragama umat Islam dan kerukunan antarumat beragama yang harus kita pelihara di setiap jengkal wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” ujar Kamaruddin.

Dirjen Bimas Islam berpesan semua kafilah peserta agar motivasi untuk menjadi juara tidak mengaburkan tujuan utama MTQ, yaitu dalam rangka memuliakan kitab suci Al Quran yang merupakan wahyu Allah sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Untuk mendapatkan petunjuk dan rahmat Allah itu kata dia umat Islam wajib menjadikan Al Quran sebagai bacaan harian.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *