Selain melahirkan qari dan qariah, MTQ sebagai upaya membentuk kepribadian bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kamaruddin Amin mengatakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XVIII bukan hanya untuk melahirkan qari dan qariah berprestasi. Lebih dari itu menurut dia MTQ sebagai upaya membentuk kepribadian bangsa.

“Hasil akhir dari perhelatan akbar yang dilangsungkan secara berkala adalah lahirnya pribadi-pribadi yang bersih, jujur, dan dipenuhi karakter-karakter mulia lainnya,” kata Kamaruddin pada Malam Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXVIII tahun 2020 di Auditorium Gubernuran Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang, Jum’at (13/11) malam.

MTQ Nasional ke-28 diadakan di Sumatera Barat sejak Kamis (12/11) sampai Sabtu (21/11) pekan depan. MTQ akan dilaksanakan di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman.


MTQ akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo melalui virtual nanti malam, Sabtu (14/11). Sedangkan upacara pembukaan ini digelar di Stadion Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman yang rencananya akan dihadiri Menteri Agama Fachrul Razi.

Kamaruddin menambahkan indikator kesuksesan MTQ bukan hanya diukur dari meriahnya penyelenggaraan MTQ atau jumlah qari’/qari’ah dan para hafizh Alquran berprestasi yang dihasilkan. Tetapi lebih jauh perlu dilihat terutama dari sisi pengembangan pendidikan Alquran di dalam keluarga dan masyarakat yang pada gilirannya mempengaruhi pembentukan mental, karakter dan akhlak bangsa.

MTQ ke-28 di Sumatera Barat akan memperlombakan 8 cabang yakni Delapan cabang itu adalah cabang seni baca Alquran, qira’atal Quran, hafalan Alquran, tafsir Alquran, fahmil Alquran, seni kaligrafi Alquran, syarhil Alquran, dan cabang karya tulis ilmiah Alquran.

“Kecintaan umat pada Alquran yang harus dibangun bukan hanya sekadar ekspresi lahiriah dan artifisial, tetapi haruslah dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan yang mencerminkan nilai-nilai Qurani. Umat Islam hendaknya dapat menjadi teladan bagi yang lain,” ucap Kamaruddin.

MTQ sedikitnya agenda nasional yang dihelat di saat pandemi belum berakhir. Kamaruddin menyebut panitia meniadakan pawai ta’aruf. Pelaksanaan MTQN XXVIII tahun 2020 ini juga dilangsungkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti jaga jarak, mengenakan masker, juga wajib swab.

Protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 ini diterapkan di semua venue perlombaan, mulai daftar ulang, lokasi malam ta’aruf, upacara pembukaan di  stadion Nagari Sikabu, Padang Pariaman, di ke 12 venue perlombaan sampai di penginapan masing-masing kafilah.  





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *