Muhasabah jadi wadah instrospeksi diri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Juru Bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi menjelaskan, terdapat dua latar belakang digelarnya acara Muhasabah dan Istighosah untuk Negeri yang akan diadakan di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (28/1) malam nanti.

“Pertama, Kita perlu ‘mengetuk pintu langit’ agar bisa mengetahui rahasia apa dibalik datangnya pandemi covid-19 ini. Mungkin sudah banyak ulama, kyai dan para ustadz memohon dan berdoa, tetapi kita perlu dorong lebih kuat lagi gerakan batin kita agar pandemi ini segera berakhir,” ujar Wakil Sekjen PBNU itu saat dihubungi Republika, Kamis (28/1).

Muhasabah ini, kata dia merupakan penyempurna segala upaya materil yang selama ini telah dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat untuk mengakhiri mata rantai covid-19 serta segala bencana yang menimpa tanah air. Selain itu, muhasabah ini juga sebagai pengingat bagi seluruh elemen bangsa agar senantiasa menyeimbangi usaha dengan doa.

“Muhasabah ini mengingatkan kepada seluruh elemen bangsa agar seimbang dalam berikhtiar menghadapi pandemi ini, yaitu, bahwa ikhtiar lahir yang kuat juga mesti dibarengi dg ikhtiar batin yang kuat,” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia bidang Informasi dan Komunikasi itu.

Muhasabah, kata dia merupakan wadah introspeksi diri, kelompok, masyarakat dan bangsa. Dengan berintrospeksi, diharapkan kesadaran kita makin tumbuh, terutama kesadaran spiritual, ujarnya.

“Kita juga diharapkan dapat semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan, karena kesadaran pribadi, bukan karena takut pada aparat. Kita juga menjadi tidak abai menghadapi pandemi, karena ada landasan spiritualnya. Jika kita semua disiplin menghadapi pandemi, dengan landasan spiritual, insya allah Indonesia bisa dengan cepat mengatasi pandemi ini,” pungkasnya.

Acara Muhasabah dan Istighatsah untuk Negeri akan dihadiri sejumlah ulama dan pejabat negara, dan akan disiarkan langsung melalui fasilitas zoom meeting dan YouTube channel di akun Official TV MUI. Istighatsah akan dipimpin Pimpinan Majelis Rasulullah, Habib Nabil Al-Musawwa yang dirangkai dengan doa dari sejumlah ulama.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *