Peresmian Museum Muhammadiyah diundur karena pandemi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Proyek pembangunan Museum Muhamamidyah sudah memasuki tahap ketiga. Pada tahap pertama, menurut dia, telah selesai secara konstruksi. Begitu juga pada tahap kedua sudah menyelesaikan pengerjaan dari bagian interior.  


“Kira-kira pekerjaan itu sekitar 70 persen lah. Karena, sebetulnya kita suda jadi, kita tinggal isi kontennya,” ujarnya Direktur Museum Muhammadiyah, Afan Kurniawan saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (17/11).


Menurut dia, untuk menyiapkan konten museum ini juga membutuhkan waktu yang lama. Karena, menurut dia, tim konten Museum Muhammadiyah harus melakukan proses kurasi untuk mengarsipan artefak tentang Muhammadiyah.


“Nah mengisi konten ini ternyata juga lama, karena ada proses kurasi dulu terhadap masing-masing artefak tadi,” ucapnya.


Dia menjelaskan, tim konten Museum Muhammadiyah juga akan menulis dokumentasi sejarah Muhamamdiyah. Kemudian, hasilnya akan disampaikan kepada tim ahli. Menurut dia, sejuah ini ada beberapa konten sejarah yang sudah dikirim ke Kantor PP Muhammadiyah di Yofyakarta.  


“Beberapa sudah kita susun di sana. Di sana ada proses digitalisasi dokumentasi. Kita kebetulan juga melibatkan mahasiswa yang KKN tematik untuk membantu museum mendigitalisasikan artefak tadi,” katanya.


Sementara itu, tim konten Museum Muhammadiyah, Wiwid Widiyastuti menjelaskan bahwa sudah ada sekitar 700-an arsip yang sudah diproses digitalisasi. “Sudah ada sekitar 700-an,” jelasnya saat dihubungi lebih lanjut.


Museum ini dibangun di kompleks terpadu kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jl. Ring Road Selatan, Banguntapan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Soft lanching museum ini terpaksa harus ditunda beberapa kali lantaran adanya pandemi Covid-19.


Awalnya akan diluncurkan pada Juni 2020, kemudian diundur pada November. Hingga akhirnya direncanakan lagi untuk diluncurkan pada Feburari 2021 mendatang. “Rencananya Februari 2021. Karena diminta Sekum PP Muhammadiyah kemarin agar bisa disiapkan launching museum oleh Presiden Jokowi,” kata Rektor UAD, Muchlas Arkanudin.   





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *