Di sisi Allah hanyalah ketakwaan seseorang yang dinilai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Risalah Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW merupakan risalah yang berlaku bagi seluruh umat di dunia. Ajaran Islam merupakan ajaran yang tidak menekankan keunggulan suatu ras atau bangsa apapun, termasuk Arab. 


Begitu Islam datang, Nabi SAW menyampaikan risalah Allah dengan mengabarkan kepada umat manusia bahwa di sisi Allah hanyalah ketakwaan seseorang yang dinilai. Maka, salah satu misi dakwah Nabi adalah misi egaliter, persamaan, serta menyebarkan rahmat bagi semesta. 


Dalam buku Ali bin Abi Thalib karya Ali Audah dijelaskan, risalah Islam tidak terbatas hanya pada sesama keturunan Bani Hasyim, bahkan dengan sesama Arab pun tidak. Dalam khutbah di Haji Wada, Rasulullah SAW berpesan tak ada kelebihan orang Arab dari orang ajam (bukan Arab). 


Rasulullah SAW bersabda: “Laa fadhla li-arabiyyin ala ajamiyyin wa laa li-ajamiyyin ala arabiyyin wa laa li-ahmara ala aswada wa laa aswada ala ahmara illa bi-ttaqwa,”. Yang artinya: “Tak ada kelebihan orang Arab dari yang bukan Arab (ajam), yang bukan Arab dari orang Arab, yang berkulit merah dari yang berkulit hitam, dan yang berkulit hitam dari yang berkulit merah, selain dari ketakwaannya,”. 


 


 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *