Masyarakat bisa diedukasi dengan dengan iklan layanan masyarakat dan media sosial

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno meminta pemerintah mengutamakan kesehatan jamaah umrah. Menurunnya, kepatuhan dan penerapan protokol kesehatan harus dijalankan secara ketat dan disiplin agar tidak berisiko penyebaran virus Covid-19.

“Dengan protokol kesehatan yang ketat, insya Allah semua rangkaian ibadah dapat berjalan lancar, meski belum banyak yang bisa diberangkatkan, namun perlahan pasti akan kembali normal lagi,” kata Sandi dalam keterangan, Senin (16/11).

Dia berpendapat, harus ada perjanjian bilateral Indonesia dan Arab Saudi untuk mengurangi resiko selama haji dan umrah di masa pandemi. Menurutnya, hal tersebut agar menanggulangi segala risiko yang terkait dengan kasus yang masuk atau keluar.

Sandi mengatakan, masyarakat bisa diedukasi dengan dengan iklan layanan masyarakat dan pemanfaatan media sosial terkait persyaratan tersebut. Pengambilan sampel serta cara pengambilan kebijakan juga harus dilakukan berdasarkan data dan fakta ilmiah untuk mengurangi resiko bagi kesehatan masyarakat.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan bahwa para jamaah haji menunggu giliran untuk pergi haji selama 18 sampai 19 tahun. Lanjutnya, dengan adanya pandemi ini penantian mereka bertambah 1 tahun.

“Jadi itu sebabnya sebagian dari mereka menjalankan umrah karena mereka tidak tahu apakah mereka masih ada setelah 18 sampai 19 tahun. Jadi ini masa yang sulit tapi kita tetap mengutamakan keselamatan,” katanya.

Sandi mengatakan, pemberian izin umrah oleh Pemerintah Arab Saudi merupakan kabar baik bagi para umat Islam, khususnya bagi para pelaku usaha yang bergerak di bidang bisnis travel atau agen perjalanan. Dia berharap bisnis tersebut dapat segera bangkit kembali sehingga peluang usaha dan lapangan kerja yang sempat hilang dapat kembali tercipta.

Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini mengungkapkan, sejak dibuka 1 November 2020 lalu, sebanyak 359 jemaah umrah asal Indonesia telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Hal tersebut dilakukan dalam tiga fase tanggal 1, 3, dan 8 November 2020.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *