Muslim Tionghoa berperan dalam dakwah dan ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPP PITI) menyampaikan tentang peran penting Muslim Tionghoa dalam bidang dakwah dan pengembangan ekonomi. Kehadiran dan peran ormas PITI telah banyak membantu etnis Tionghoa yang mendapatkan hidayah, yakni mereka yang ingin memeluk dan belajar Islam.

“Alhamdulillah pada saat ini kontribusi komunitas kita, Muslim Tionghoa yang tergabung dalam PITI sangat baik sekali baik dalam bidang dakwah maupun peningkatan ekonomi,” kata Wakil Ketua Umum DPP PITI, Denny Sanusi kepada Republika, Jumat (12/2).¬†

Denny menyampaikan, saat ini perkembangan dakwah di kalangan etnis Tionghoa sudah sangat pesat. Sekarang banyak saudara-saudara sesama etnis yang bertanya tentang agama Islam ke saudara-saudara yang tergabung di PITI. Mereka yang belum memeluk Islam tidak kaku saat bertanya kepada saudara sesama etnis yang sudah Muslim.

Ia menceritakan, karena seringnya interaksi Muslim Tionghoa dengan saudara sesama etnis yang non Muslim, banyak pertanyaan yang mengganggu pikiran non Muslim Tionghoa yang kini terjawab. PITI bisa menjawab pertanyan-pertanyaan mereka.

“Pertanyaan itu bisa kita jawab, karena tidak canggung lagi karena sama-sama satu etnis, mereka banyak bertanya tentang pandangan Islam dan ajaran Islam dan lain sebagainya,” ujarnya.

Denny mengatakan, pada akhirnya mereka tahu bahwa selama ini ada miskomunikasi atau ada orang yang sengaja memberikan informasi yang salah tentang Islam. Sebelumnya mereka mendapatkan informasi bahwa Islam itu negatif, radikal, teroris dan lain-lain. Informasi itu terbantah oleh PITI yang menyampaikan Islam rahmatan lil alamin.

Menurutnya, sekarang pandangan negatif terhadap Islam itu sudah tidak ada. Meski masih ada satu atau dua orang tapi akhirnya dapat hidayah dan memeluk agama Islam. Itulah kontribusi Muslim Tionghoa dalam perkembangan dakwah.

Pengembangan Ekonomi 

Denny mengatakan, dalam perkembangan ekonomi, etnis Muslim Tionghoa memang punya bakat dalam bidang ekonomi bisnis. Muslim Tionghoa memanfaatkan bakat-bakatnya untuk mengembangkan dan memberdayakan komunitas agar bisa bangkit dalam bidang ekonomi.

Ia menceritakan, pada awalnya mereka yang masuk Islam termasuk mustahik atau termasuk dalam delapan asnaf yang harus dibantu. “Dengan kita bekerja keras dan berbisnis, naik levelnya dari mustahik jadi muzaki, ini yang sedang kita kembangkan terus,” ujar Denny.

Wakil Ketua Umum DPP PITI ini berharap, mudah-mudahan dalam dakwah dan pengembangan ekonomi umat bisa serasi dan saling melengkapi. Menurutnya, dakwah agama penting tapi perkembangan ekonomi juga tidak kalah pentingnya. “PITI sebagai wadah ormas keagamaan berdakwah untuk komunitas etnis Tionghoa,” ujarnya.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *