Imam Al-Ghazali menyampaikan pesan-pesan membaca Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Alquran merupakan kalam Allah SWT yang penuh hikmah dan kemuliaan, maka sudah sepatutnya pun dibutuhkan perlakuan khusus berinteraksi dengan wahyu ilahi tersebut. 


Imam Abu Hamid Al-Ghazali menyarankan ketika membaca Alquran harus dalam keadaan bersuci sebagai suatu penghormatan.


“Seyogianya sudah berwudhu ketika hendak membaca Alquran dan bersikap sopan padanya baik kalau berdiri maupun duduk,” kata Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumiddin. 


Menurutnya membaca alquran paling utama dalah saat berdiri dalam sholat. Rasulullah SAW bersabda: 


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا يَفْقَهُ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فِي أَقَلَّ مِنْ ثَلَاثٍ


“Barangsiapa membaca Alquran hingga khatam kurang dari tiga hari ini, niscaya tidak memahami isinya.” 


Menurut Al-Ghazali para ulama memakruhkan menghatamkan Alquran setiap malam. Lebih baik menghatamkan Alquran setiap pekan sekali adalah baik dan disunnahkan membaca Alquran dengan tartil atau membaca Alquran dengan mengikuti aturan ilmu tajwid dengan tempo pelan sambil meresapi maknanya. Nabi Muhammad  SAW bersabda: 


عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ بِالْحُزْنِ فَإِنَّهُ نَزَلَ بِالْحُزْنِ


 “Sesungguhnya Alquran diturunkan dengan kesedihan. Ketika kalian membacanya, maka berusalah untuk bersedih.”   


“Sebaiknya memperhatikan hak ayat sajadah dengan bersujud baik ketika mendengarnya dari orang lain atau saat membacanya sendiri,” kata Imam Ghazali.


Dan sujud ketika mendengar ayat sejadah,dalam keadaan sudah berwudhu. Di dalam Alquran ada 14 ayat sajadah yang mesti bersujud ketika membaca atau mendengarnya dengan membaca doa sajadah: 


سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنَ الْخَالِقِيْنَ “Telah sujud wajhku kepada Dzat yang menciptakannya, yang menancapkan pendengaran dan penglihatan dengan daya dan kekuatannya. Mahasuci Allah sebaik-sebaik Pencipta.”





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *