Perjalanan itu menembus sungai dan jalanan terjal longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, SOFIFI  — Selalu ada warna, itulah yang mengiringi perjuangan para relawan BMH di dalam menyelenggarakan pemotongan hewan kurban di pedalaman, seperti di Desa Patlean, Kecamatan Maba Utara, Maluku Utara.


“Tim dipaksa menembus derasnya arus sungai kemudian juga melalui jalanan longsor yang terjal dan menutup semua badan jalan. Alhamdulillah pertolongan Allah, kami sampai dengan selamat,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Maluku Utara, Dzul Ikrom (20/7).


Perjalanan ini selain berat juga panjang. Tim perlu waktu tiga hari dari Sofifi untuk bisa sampai Desa Patlean.


“Kalau motor kepeleset terus jatuh itu agak sering. Yang berat itu kalau harus mengangkat motor di jalanan longsor, jalannya tanah, kondisi terjal, di bawah tebing. Ini menguji nyali betul,” imbuh Ikrom dalam rilis yang diterima Republika.co.id.


Namun saat tiba di lokasi, kebahagiaan yang datang menyeruak di dalam hati. Masyarakat berbahagia melihat kedatangan relawan BMH.


“Desa Patlean walaupun jauh, merupakan desa binaan dai tangguh BMH. Di sini ada 600 KK. Desa ini berada di pesisir pantai Halmahera Timur. Alhamdulillah proses penyembelihan hewan kurban berjalan lancar dan masyarakat sangat bahagia,” jelas Ikrom.


Tokoh setempat, Nardin Atasi (37) menyampaikan rasa bahagianya. “Terima kasih kepada BMH yang luar biasa datang  ke sini, menempuh perjalanan panjang dan penuh rintangan untuk membahagiakan kami di pedalaman. Sekali lagi terima kasih, semoga BMH semakin jaya dan senantiasa hadir membersamai masyarakat pedalaman,” ungkapnya.


Selain Desa Patelan, tim juga mengantarkan daging kurban ke Desa SP 1 Kecamatan Maba Utara. Jaraknya  sejauh 12 kilometer dari Desa Patelan yang juga harus melintasi kondisi sungai yang sedang banjir.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *