Selain itu, banjir dan longsor juga mengakibatkan 8 unit rumah rusak berat.

REPUBLIKA.CO.ID, NGANJUK — Kondisi darurat bencana alam di negeri ini belumlah usai. Minggu (14/2) malam, banjir dan longsor menerjang warga yang bermukim di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan sungai Kuncir meluap hingga tebing longsor.


Akibat bencana tersebut, sebanyak 14 orang mengalami luka-luka sedangkan sejumlah lainnya hilang dan belum ada kabar. Selain itu, banjir dan longsor juga mengakibatkan 8 unit rumah rusak berat. Merespon situasi tersebut, Tim Rumah Zakat Action langsung bergerak menurunkan 4 relawan,


Asessment dan membantu mengevakuasi korban di lokasi bencana. Kesokan harinya, Senin (15/2) Relawan bersama warga sekitar bahu-membahu melakukan evakuasi dan mencari para korban yang belum ditemukan.


Belum adanya alat berat, membuat proses evakuasi harus dilakukan secara manual dengan alat seadanya. Adapun situasi saat ini, terdapat beberapa kebutuhan mendesak. Diantaranya alat berat, sekop, makanan siap saji, air minum, selimut dan popok. Saat ini warga sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman.


 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *