Sejak akhir Oktober hingga akhir januari ini permintaan test SWAB semakin meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– Dalam rangka melakukan deteksi penyebaran COVID-19 di Indonesia, NU CARE-LAZISNU bekerjasama dengan Tokopedia Salam telah melakukan test SWAB gratis untuk ribuan santri, guru ngaji, dan relawan penanganan COVID-19. Program ini terlaksana di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.


Slamet Tuharie, PIC Program ini menjelaskan bahwa sejak akhir oktober 2020 hingga akhir januari 2021 saja, sedikitnya 3.000 santri, guru, ngaji dan relawan penanganan COVID-19 telah dilakukan SWAB gratis. Sebelumnya, ribuan santri dan guru ngaji juga telah memperoleh SWAB gratis selama tahun 2020.


“Di tiga bulan ini saja sudah sekitar 3.000 orang yang kita SWAB. Kalau jumlah keseluruhan dari awal sampai sekarang ya sudah lebih dari 5.000 santri, guru ngaji, dan relawan penanganan COVID-19 yang menerima SWAB gratis ini. Sebelumnya kan ada juga rapid test antibody, kemudian SWAB, bahkan hampir 300 orang kita fasilitasi PCR gratis,” ujar Slamet Tuharie dalam keterangan persnya, Ahad (31/1).


Menurutnya, sejak akhir Oktober hingga akhir januari ini permintaan test SWAB semakin meningkat di sekitar Jabodetabek. Hal ini karena angka penderita COVID di wilayah tersebut yang masih tinggi. Oleh karena itu, NU CARE-LAZISNU dan Tokopedia Salam berfokus pada pesantren dan guru ngaji yang memiliki potensi kerentanan penularan COVID-19 cukup tinggi jika tidak dilakukan penanganan dengan baik.


Termasuk pada hari ini, 31 Januari 2021 yang bertepatan dengan Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang ke-95, NU CARE-LAZISNU dan Tokopedia Salam juga melakukan swab gratis untuk para santri dan ustadz di Ponpes Ash-Shiddiqiyah, Jakarta Barat. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membantu pemerintah dalam menangani COVID-19 di Indonesia, terutama pada klaster pesantren.


“Insya Allah program ini akan terus ada, karena dibutuhkan sekali oleh pesantren-pesantren. Tapi mungkin di pertengahan Februari kita sudah pakai GeNose untuk test COVID. Selain lebih efektif, lebih murah, juga untuk mendukung produk dalam negeri,” ujar Slamet Tuharie.


Menurutnya, banyak sekali permintaan melakukan SWAB di berbagai pesantren di Indonesia, terutama di wilayah Jawa. Namun, NU CARE-LAZISNU memiliki prioritas di daerah-daerah zona merah. 


“Ya, kita ikhtiar bareng-bareng dan tetap patuhi protokol kesehatan agar COVID-19 segera usai dari Indonesia. Amiin,” pungkasnya.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *