Galih diharapkan semangat belajar meski telah ditinggal meninggal oleh ayahnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sore itu, Rabu (21/4), Relawan Rumah Zakat Ida Ratna menyambangi rumah Galih untuk melakukan kegiatan silaturahim. Galih adalah salah satu anggota mentoring tunas muda yang 1 bulan lalu ayahnya baru saja meninggal dikarenakan sakit.


Galih merupakan salah satu peserta mentoring yang aktif dan rajin rutin datang pada kegiatan pertemuan.
Kegiatan silaturahim ini sebagai wujud kepedulian dan support kepada galih serta keluarga. Galih anak pertama dari 3 bersaudara dimana adiknya masih kelas 2 SD dan usia 3 tahun. 


Ibunya selama ini hanya ibu rumah tangga biasa karena sepenuhnya mata pencaharian bertumpu pada ayahnya.


Ibu Mus selaku Ibu dari Galih menginginkan Galih tetap bisa belajar ngaji bersama Rumah Zakat, juga tetap semangat belajar meskipun sudah tidak ada ayahnya. Tidak lupa, Ibu Mus juga mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat karena sudah mau memfasilitasi anaknya untuk belajar.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *