Masih ada beberapa kebutuhan lain yang mendesak diantaranya tandom dan tenda.

REPUBLIKA.CO.ID, MAJENE – Memasuki minggu ketiga pascagempa, membuat keadaan warga di Tubo, Sulawesi Barat (Sulbar) kekurangan makanan dikarenakan tidak ada bantuan masuk disana. Oleh sebab itu, Rumah Zakat Action langsung melakukan penyaluran bantuan ke pengungsian yang berlokasi di Desa Tubo, Jumat (5/1).


Di pengungsian tersebut, Relawan menyalurkan bantuan berupa 80 kaleng Superqurban rendang sapi, 40 kaleng rendang kambing, 140 buah popok bayi 140 buah dan 15 kardus air mineral. “Terima kasih rumah zakat atas bantuannya, semoga dilancarkan rejekinya dan selalu diberi kesehatan untuk tetap menolong sesame,” ujar koordinator posko tubo.


Meski begitu, masih ada beberapa kebutuhan lain yang saat ini mendesak diantaranya tandom untuk penampungan air, dan tenda/shelter.

Di Kudus dampak turunnya hujan berintensitas tinggi membuat volume air Sungai Wulan meluap dan mengakibatkan banjir di Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Banjir tersebut terjadi di dua desa, yakni Desa Setrokalangan dimana 1.500 jiwa terdampak dan Desa Banget dengan jumlah warga terdampak sebanyak 1.045 jiwa.


Merespon kejadian banjir tersebut, Rumah Zakat menurunkan dua relawan untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir terutama di Desa Banget dimana jumlah relawan di sana masih sedikit. Hal itu disebabkan BPBD Kabupaten Kudus yang memusatkan kegiatan di Desa Setrokalangan.

Adapun jenis bantuan yang disalurkan terdiri dari 100 Nasi bungkus dan mi instan yang dibagikan kepada warga di RT 2 /3 dan Rt 3/3 Desa Banget. “Alhamdulillah pagi dapat bantuan karena dari relawan lain Cuma sampai pinggir pinggir jalan saja, Terima Kasih kepada Rumah Zakat mau turun sampai keplosok gang-gang kecil, jadi lebih diperhatikan,” ucap Anwar salah satu warga terdampak.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *