Beras hasil lumbung pangan santri BMH disebar ke 10 pesantren di Jabodebek.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Satu program terobosan yang digulirkan BMH di tengah pandemi Covid-19 untuk menjawab ketahanan pangan pesantren adalah program lumbung pangan santri.


“Alhamdulillah, Kamis  (29/4) panen yang dilakukan awal April lalu di sawah yang ada di Pesantren Hidayatullah Pebayuran Bekasi, telah didistribusikan ke 10 pesantren dan Rumah Qur’an binaan BMH yang tersebar di Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi),” terang Direktur Program dan Pemberdayaan BMH, Zainal Abidin melalui rilis yang diterima Republika.co.id.


Beras sebanyak 1 ton itu disampaikan kepada para santri yang tersebar di 10 pesantren binaan BMH di Jabodebek, seperti Pesantren Ashabul Kahfi Bekasi;  Pesantran Al-Kautsar Bogor; dan Yayasan Marhamah di Jakarta Timur;  serta beberapa lokasi lainnya.


“Beras ini merupakan wujud dedikasi umat untuk ketahanan pangan pesantren melalui BMH sebagai wujud solusikan pesantren tetap berdaya di tengah wabah Covid-19. Program ini juga terus dikembangkan, sehingga dapat menjangkau banyak pesantren di Tanah Air,” tutur Zainal.


Kehadiran bantuan beras yang 100 persen dari BMH  — mulai dari pembibitan, penanaman hingga pendistribusian — menjadikan para pengasuh pesantren sangat bersyukur.


“Alhamdulillah, terima   kasih kepada BMH yang terus memberikan perhatian dan kepedulian terutama kepada Vila Quran Hidayatullah Ciawi, Bogor. Semoga ini menjadi keberkahan bagi semua donatur dan muzakki BMH dan kita semuanya,” tutur M. Fatih, kepala pengasuh Pesantren Vila Quran Hidayatullah Ciawi.


Para santri yang menerima program ini pun tak sekedar bahagia. Mereka antusias gotong royong memindahkan beras dari mobil ke dapur umum pesantren.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *