Seorang hamba harus berprasangka baik kepada Allah saat menerima ujian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Allah SWT dan Rasul-Nya mengajarkan umat manusia bersabar dalam menghadapi ujian sehingga bisa mengambil hikmah dari ujian tersebut. Namun, banyak juga orang yang tidak mampu menangkap pesan kasih sayang Allah dan mengambil hikmah dari setiap ujian.


Syekh Ibnu Atha’illah dalam Kitab Al-Hikam menyampaikan seorang hamba harus berprasangka baik kepada Allah saat menerima ujian. Ia mengingatkan Allah telah banyak memberikan nikmat dan karunia kepada manusia.


“Jika engkau tidak berprasangka baik terhadap Allah Ta’ala karena sifat-sifat Allah yang baik, maka berprasangka baiklah kepada Allah karena karunia dan pemberian-Nya kepadamu. Bukankah Dia senantiasa memberimu segala kenikmatan?” (Al-Hikam).


Mengutip terjemahan Al-Hikam karya Ustadz Bahreisy, ia menambah penjelasan Syekh Ibnu Atha’illah tersebut. Menurutnya, ujian adalah nikmat dari Allah untuk kebaikan hamba.


 


 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *