Wanita Muslim Inggris Bangun Sumur Bagi Warga Miskin Yaman.

REPUBLIKA.CO.ID,STAFFORDSHIRE —Seorang wanita Muslim dari Burton, Staffordshire, Inggris rela menyisihkan uangnya bahkan menjadi penggerak warga lainnya  untuk membangun sebuah sumur bagi keluarga miskin di Yaman yang dilanda perang saudara. Ia adalah Rubena Kashwar yang menggunakan dananya untuk membangun sumur yang sangat penting bagi warga miskin di Yaman. Melalui bantuan badan amal yang berbasis di kota Derby yakni Muslims in Needs, ia membangun sumur untuk masyarakat di Yaman di mana banyak orang di sana harus berjuang untuk memperoleh akses air bersih. 


Sejak 2011, Yaman dilanda perang saudara. Konflik berakar dari kegagalan transisi politik yang seharusnya membawa stabilitas di negara itu, menyusul pemberontakan Musim Semi Arab yang memaksa presiden otoriter lama, Ali Abdullah Saleh menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya, Abdrabbuh Mansour Hadi. Pada 2017 terjadi wabah kolera di Yaman  akibat sanitasi yang buruk dan orang-orang di sana tidak bisa mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan.


Sementara itu biaya pembuatan sumur yang penting bagi warga miskin di sana diperkirakan sebesar 3.000 Pound Sterling. Saat ini, Kashwar sudah mengumpulkan lebih dari 2.600 Poud Sterling. Ia berharap dapat membangun sumur kedua bila berhasil mengumpulkan dana.


Menurutnya diperlukan waktu sekitar tiga bulan untuk membangun sumur. Kashwar juga mengakui aksinya itu dilakukan untuk mengenang 90 Muslim termasuk ayahnya yakni Shabir Shah yang meninggal dan dimakamkan di pemakaman Stapenhill di Burton, Staffordshire. Menurut Kashwar tindakan bersedekahnya merupakan hal yang penting dan diajarkan dalam agama Islam. 


“Awalnya saya berencana melakukannya untuk mereka yang meninggal karena Covid, tapi kemudian saya berpikir kenapa tidak dilakukan untuk mengenang semua orang yang sudah meninggal? Sumur ini akan bermanfaat bagi banyak orang yang berjuang untuk mengakses air minum bersih dan saya yakin mereka akan menghargai kemurahan hati komunitas kami (Muslim) di Burton,” kata Rubena Kashwar yang saat ini tinggal di Branston seperti dilansir Staffordshire live pada Senin (8/2).


Rubena Kashwar meyakini amal yang dilakukannya dengan membangun sumur untuk keluarga miskin akan memperoleh pahala yang mengalir bagi dirinya dan orang-orang muslim yang sudah meninggal. 


“Kita diajari untuk mengingat orang yang telah meninggal dunia dan melakukan perbuatan baik sehingga mereka akan diberi pahala setiap perbuatan yang bermanfaat bagi orang lain, seperti menanam pohon atau membangun sumur,” katanya.


Kashwar pun semangat karena upayanya itu pun mendapat dukungan dari komunitas Muslim Burton yang juga memiliki kerabat Muslim yang meninggal dan dimakamkan di pemakaman Stapenhill. Mereka bahkan turut memberikan donasi. Ia pun optimis tak hanya bisa membangun satu sumur namun bisa mengumpulkan kembali dana untuk membangun dua sumur. 


“Tanggapan dari seluruh komunitas (Muslim) Burton sangat mendukung dan sebagian besar orang yang menyumbang sejauh ini berasal dari Burton, yang memiliki orang yang dicintai atau teman yang dimakamkan di Pemakaman Stapenhill .Saya sangat yakin kami akan mencapai target untuk satu sumur dan mudah-mudahan bahkan memiliki dana untuk sumur kedua. Ini adalah upaya komunitas yang luar biasa dan satu lagi mengingat situasi keuangan orang-orang karena Covid-19, mereka masih menyumbang dengan sepenuh hati,” katanya. 


 


 





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *