Penghancuran Masjid Al Nahrain merupakan serangan peradaban Yaman dan warisan Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, SANA’A – Yaman mengecam keras penghancuran Masjid Al-Nahrain yang berusia lebih dari 1.300 tahun oleh milisi Houthi di Sana’a. Kementerian Informasi, Kebudayaan dan Pariwisata menilai, hal tersebut merupakan kejahatan dan serangan mencolok terhadap peradaban Yaman dan warisan Islam.

Masjid Al-Nahrain dianggap sebagai aset sejarah nasional karena dibangun pada abad pertama kalender Islam. Masjid tersebut merupakan satu dari sekian banyak peninggalan yang perlu dilestarikan dan dilindungi.

Dikutip Arab News, Senin (15/2), kementerian meminta organisasi internasional termasuk Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) untuk memantau semua situs arkeologi dan area di bawah kendali milisi Houthi. Selain memantau, mereka juga bekerja untuk melindungi situs warisan budaya Yaman.

Kementerian berjanji mengambil tindakan lebih lanjut dalam mengejar para pelaku sesuai undang-undang lokal dan internasional yang berkaitan dengan barang antik dan budaya. Sementara itu, Dewan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi mengutuk serangan berulang milisi Houthi, termasuk menargetkan wilayah sipil seperti bandara. Selama sepekan terakhir, milisi Houthi yang didukung Iran menargetkan Bandara Internasional Abha di Arab Saudi, yang dalam satu insiden, menyebabkan pesawat sipil terbakar.





Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *